• KEISLAMAN

Usap Wajah Usai Doa dan Shalat, Adakah Tuntunan Rasulullah?

Yahya Sukamdani | Jum'at, 20/02/2026
Usap Wajah Usai Doa dan Shalat, Adakah Tuntunan Rasulullah? Ilustrasi foto mengusap muka setelah berdoa

Terasmuslim.com - Di tengah kaum Muslimin, mengusap wajah setelah selesai berdoa terutama usai shalat menjadi amalan yang cukup lazim dilakukan. Gerakan ini sering dianggap sebagai bagian dari adab berdoa. Namun, pertanyaannya: adakah Rasulullah SAW secara tegas mencontohkan mengusap wajah setelah selesai berdoa atau shalat?

Beberapa riwayat memang menyebutkan bahwa Nabi SAW mengangkat kedua tangan ketika berdoa. Hadits tentang mengangkat tangan ini diriwayatkan oleh para imam hadits seperti Al-Bukhari dan Muslim dalam banyak kesempatan doa. Namun, riwayat yang secara khusus menyebut beliau mengusap wajah setelah doa memiliki kualitas sanad yang diperselisihkan para ulama.

Sebagian riwayat tentang mengusap wajah setelah berdoa diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi. Akan tetapi, mayoritas ahli hadits menilai riwayat tersebut lemah (dha’if). Di antara ulama yang melemahkannya adalah Ahmad bin Hanbal, sementara ulama lain seperti An-Nawawi menyebutkan bahwa hadits-haditsnya lemah namun saling menguatkan menurut sebagian pendapat.

Karena itu, para ulama berbeda pandangan. Sebagian membolehkan mengusap wajah setelah doa sebagai amalan yang memiliki dasar meski tidak kuat, selama tidak diyakini sebagai kewajiban. Sementara sebagian lainnya menilai tidak ada riwayat shahih yang tegas dari Nabi SAW dalam praktik tersebut, sehingga lebih utama meninggalkannya dan cukup mencukupkan diri dengan doa tanpa mengusap wajah.

Adapun setelah shalat fardhu, tidak terdapat riwayat shahih bahwa Rasulullah SAW secara rutin berdoa dengan mengangkat tangan lalu mengusap wajah. Yang beliau contohkan adalah berdzikir, membaca tasbih, tahmid, takbir, serta doa-doa tertentu sebagaimana diriwayatkan dalam hadits-hadits shahih. Maka, menjadikan usap wajah sebagai ritual tetap setelah shalat tidak memiliki landasan kuat dari sunnah yang pasti.

Kesimpulannya, mengusap wajah setelah doa bukanlah amalan yang didukung oleh hadits shahih yang tegas. Ia termasuk masalah khilafiyah di kalangan ulama. Sikap terbaik adalah bersikap lapang dada: tidak mengingkari secara keras bagi yang mengamalkan karena ada pendapat yang membolehkan, namun juga tidak meyakininya sebagai sunnah yang pasti dicontohkan Rasulullah SAW. Prinsip utama dalam ibadah adalah ittiba’, mengikuti dalil yang paling kuat, dengan tetap menjaga persatuan dan adab sesama Muslim.