Ilustrasi foto Salah satu tanda utama datangnya kiamat adalah tiupan sangkakala oleh malaikat yang bernama Israfil (Foto: Ist)
Terasmuslim.com - Beriman kepada malaikat adalah rukun iman kedua yang wajib diyakini setiap muslim. Allah SWT menegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 285 bahwa orang-orang beriman adalah mereka yang beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. Malaikat diciptakan dari cahaya sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim ibn al-Hajjaj dalam Shahih Muslim, dan mereka adalah makhluk yang selalu taat, tidak pernah bermaksiat, serta senantiasa melaksanakan perintah Allah tanpa penangguhan.
Di antara tugas utama malaikat adalah menyampaikan wahyu. Tugas ini diemban oleh Jibril yang menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah. Ada pula Mikail yang bertugas mengatur rezeki, hujan, dan berbagai ketetapan alam. Sementara Israfil akan meniup sangkakala sebagai tanda berakhirnya kehidupan dunia dan dimulainya hari kebangkitan.
Tugas lain yang tak kalah penting adalah mencabut nyawa, yang diemban oleh Izrail sebagaimana dijelaskan dalam QS. As-Sajdah ayat 11. Selain itu, setiap manusia didampingi oleh dua malaikat pencatat amal, yaitu Raqib dan Atid, sebagaimana disebutkan dalam QS. Qaf ayat 17–18. Tidak ada satu kata pun yang terucap melainkan dicatat, menjadi bukti yang kelak diperlihatkan pada hari hisab.
Di alam kubur, manusia akan didatangi oleh Munkar dan Nakir untuk diuji keimanannya. Pertanyaan tentang siapa Rabb-nya, apa agamanya, dan siapa nabinya menjadi awal fase kehidupan akhirat. Seluruh rangkaian tugas malaikat ini menunjukkan betapa detail dan sempurnanya sistem pengawasan Allah terhadap kehidupan manusia, dari lahir hingga hari kebangkitan.
Adapun manfaat beriman kepada malaikat sangat besar dalam membentuk karakter seorang mukmin. Pertama, menumbuhkan rasa muraqabah, yakni kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi melalui para malaikat-Nya. Hal ini membuat seorang muslim lebih berhati-hati dalam bertindak, menjaga lisan, serta menjauhi dosa meski tidak ada manusia yang melihat. Kedua, menguatkan keyakinan terhadap kehidupan akhirat sehingga hidup tidak dijalani dengan kelalaian.
Akhirnya, iman kepada malaikat juga melahirkan keteladanan dalam ketaatan. Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim ayat 6 bahwa malaikat tidak pernah mendurhakai Allah dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Kesadaran ini mendorong seorang mukmin untuk meniru ketaatan tersebut dalam kapasitasnya sebagai hamba. Maka, beriman kepada malaikat bukan sekadar bagian dari akidah, melainkan fondasi spiritual yang menjaga amal, memperbaiki akhlak, dan menuntun hidup menuju keselamatan akhirat.