Ilustrasi - Salah satu tanda utama datangnya kiamat adalah tiupan sangkakala oleh malaikat yang bernama Israfil (Foto: Ist)
Keimanan kepada malaikat bukan sekadar rukun iman, melainkan fondasi kesadaran akan adanya penjagaan ilahi dalam setiap embusan napas kita.
Terasmuslim.com - Malaikat berperan sebagai perantara wahyu yang memastikan pesan langit sampai kepada para Nabi untuk membimbing umat manusia menuju cahaya.
Sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 2, Dia menurunkan para malaikat untuk membawa wahyu kepada hamba yang dikehendaki-Nya.
Dalam keseharian, terdapat malaikat Hafazah yang bertugas menjaga manusia dari berbagai marabahaya atas perintah Allah SWT secara bergantian.
Hal ini ditegaskan dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menjelaskan adanya penjaga-penjaga bagi manusia di hadapan dan di belakang mereka.
Selain menjaga fisik, malaikat juga mencatat setiap detail amal perbuatan manusia tanpa ada satu pun yang terlewatkan dari pengawasan.
Eksistensi Raqib dan Atid menjadi pengingat bagi kita bahwa setiap kata yang terucap akan dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Khalik kelak.
Allah berfirman dalam Surah Qaf ayat 18 bahwa tidak ada satu kata pun yang diucapkan melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap.
Malaikat juga memiliki peran emosional dengan senantiasa mendoakan ampunan bagi orang-orang beriman yang bertaubat dan mengikuti jalan kebenaran.
Dalam Surah Ghafir ayat 7, digambarkan betapa indahnya dukungan spiritual para malaikat yang memohonkan perlindungan bagi kaum mukminin dari siksa neraka.
Bahkan, malaikat turut hadir memberikan keteguhan hati dan ketenangan saat seorang hamba menghadapi ujian hidup yang terasa amat berat.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Muslim bahwa setiap kali kaum berkumpul mengingat Allah, malaikat akan mengelilingi dan menaungi mereka dengan rahmat.
Peran malaikat memuncak saat menjemput ruh manusia di akhir hayat, membawa kabar gembira bagi jiwa yang tenang atau peringatan bagi yang lalai.
Surah An-Nahl ayat 32 mengisahkan bagaimana malaikat mencabut nyawa orang yang bertakwa dengan ucapan salam sejahtera dan janji surga yang indah.
Memahami peran mulia ini seharusnya memacu kita untuk terus memperbaiki diri dan merasa dekat dengan kehadiran makhluk cahaya yang senantiasa taat ini.