Ilustrasi foto pasangan suami istri di dunia
Terasmuslim.com- Para Nabi adalah manusia pilihan yang juga merasakan kesedihan mendalam dan tekanan batin yang luar biasa hebat.
Dalam Al-Qur`an, Allah SWT mengabadikan momen saat Rasulullah SAW merasa sesak dadanya akibat penolakan kaumnya yang sangat keras.
Kondisi ini sering disebut sebagai `Amul Huzni atau Tahun Kesedihan ketika Nabi kehilangan pendukung utamanya, Khadijah RA dan Abu Thalib.
Namun, dalam perspektif Islam, tekanan batin ini bukanlah keputusasaan, melainkan ujian kemanusiaan untuk meningkatkan derajat ketakwaan di sisi Allah.
Allah menghibur Nabi dengan firman-Nya dalam Surat Ad-Duha: "Dan Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak (pula) membencimu."
Sejarah mencatat betapa pentingnya peran Ibunda Khadijah yang memberikan ketenangan saat Nabi merasa gemetar ketakutan menerima wahyu pertama.
Bagi seorang istri masa kini, langkah pertama saat suami tertekan adalah menjadi pendengar yang setia tanpa memberikan penghakiman yang menyakitkan.
Berikanlah validasi terhadap perasaannya, sebagaimana Khadijah meyakinkan Nabi bahwa Allah tidak akan pernah menghinakannya karena kebaikannya.
Ciptakanlah suasana rumah yang teduh dan nyaman agar suami merasa memiliki tempat perlindungan terbaik dari kejamnya dunia luar.
Istri harus senantiasa mengingatkan suami untuk menjaga salat, karena Allah berfirman: "Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu" (QS. Al-Baqarah: 45).
Janganlah menuntut hal-hal materi secara berlebihan ketika suami sedang berada dalam titik terendah perjuangan ekonominya.
Berikanlah pelukan dan kalimat motivasi yang mampu membangkitkan rasa percaya dirinya kembali sebagai pemimpin keluarga yang tangguh.
Rasulullah SAW bersabda bahwa sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri saleha yang menyenangkan saat dipandang dan menenangkan saat ada masalah.
Ajaklah suami untuk bersandar sepenuhnya kepada Al-Khaliq melalui doa-doa tulus yang dipanjatkan di sepertiga malam terakhir secara bersama-sama.
Kesabaran seorang istri dalam mendampingi suami yang sedang tertekan adalah ladang pahala tanpa batas yang menjanjikan surga sebagai balasannya.