Ilustrasi foto imam shalat berjamaah
Terasmuslim.com - Shalat adalah ibadah paling agung setelah syahadat dan menjadi tolok ukur diterima atau tidaknya amal seorang Muslim. Namun, karena faktor kebiasaan, kurangnya ilmu, atau tergesa-gesa, banyak kesalahan dalam shalat yang tidak dipahami sebagai kesalahan, padahal dapat mengurangi kesempurnaan bahkan keabsahannya. Allah SWT berfirman:
“Maka celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.” (QS. Al-Ma’un: 4–5). Ayat ini mengingatkan bahaya melalaikan shalat, baik lahir maupun batin.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah tidak thuma’ninah dalam ruku’, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Banyak orang melakukannya dengan cepat tanpa tenang. Rasulullah SAW menegur orang yang shalatnya tergesa-gesa dan bersabda:
“Kembalilah dan shalatlah, karena sesungguhnya engkau belum shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa thuma’ninah adalah rukun shalat yang sering tidak disadari oleh sebagian orang.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak memahami bacaan shalat, terutama Al-Fatihah yang merupakan rukun shalat. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Al-Fatihah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketidaktahuan terhadap makna bacaan dapat menghilangkan kekhusyukan dan menyebabkan shalat dilakukan sebatas gerakan tanpa penghayatan.
Kesalahan berikutnya adalah tidak menjaga posisi dan gerakan shalat sesuai sunnah, seperti sujud yang tidak sempurna, tumit terangkat, atau punggung tidak lurus saat ruku’. Rasulullah SAW bersabda:
“Sempurnakanlah ruku’ dan sujud kalian.” (HR. Abu Dawud). Kesalahan teknis seperti ini sering dianggap sepele, padahal menyempurnakan gerakan termasuk perintah Nabi SAW.
Selain itu, banyak yang kurang memahami pentingnya menghadirkan hati dan menjauhi was-was. Pikiran yang melayang ke urusan dunia membuat shalat kehilangan ruhnya. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba benar-benar shalat, namun tidak dicatat baginya kecuali sepersepuluh, sepersembilan, atau seperdelapan…” (HR. Ahmad). Ini menunjukkan bahwa kualitas shalat tergantung kekhusyukan dan perhatian hati.
Kesalahan yang juga tidak jarang terjadi adalah mengakhirkan shalat tanpa uzur syar’i dan meremehkan waktu shalat. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.” (QS. An-Nisa: 103). Mengabaikan waktu shalat termasuk bentuk kelalaian yang dapat mengurangi pahala dan keberkahan ibadah.