• KEISLAMAN

Dari Penggembala Menjadi Ulama Sahabat

Yahya Sukamdani | Senin, 02/02/2026
Dari Penggembala Menjadi Ulama Sahabat Ilustrasi foto gembala domba

Terasmuslim.com - Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi SAW yang meriwayatkan hadits terbanyak. Namun tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum Islam memuliakannya, kehidupan Abu Hurairah sangat sederhana. Ia berasal dari kabilah Daus di Yaman dan pada masa awal Islam bekerja menggembala ternak orang lain demi memenuhi kebutuhan hidup. Keadaan duniawinya yang terbatas sama sekali tidak menghalanginya untuk meraih kemuliaan di sisi Allah melalui iman dan ilmu.

Ketika masuk Islam dan hijrah ke Madinah, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu termasuk Ahlus Suffah, yaitu para sahabat miskin yang tinggal di serambi masjid Nabawi. Ia mencurahkan seluruh waktunya untuk menemani Rasulullah SAW, mendengarkan hadits, dan menghafalnya dengan penuh kejujuran. Ia sendiri berkata bahwa para sahabat Muhajirin sibuk berdagang dan Anshar sibuk mengurus harta, sementara dirinya selalu bersama Rasulullah SAW demi menuntut ilmu (HR. Bukhari).

Keutamaan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu tidak terlepas dari keberkahan doa Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah mengadu kepada Nabi SAW tentang sulitnya menghafal. Maka Rasulullah SAW mendoakannya, dan sejak itu ia tidak pernah lupa hadits yang didengarnya (HR. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa keikhlasan, kejujuran, dan kesungguhan dalam menuntut ilmu akan mendatangkan pertolongan Allah yang luar biasa.

Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, bukan karena status duniawi. Allah ﷻ berfirman:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11). Ayat ini sangat nyata pada diri Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yang dari seorang penggembala sederhana menjadi rujukan utama umat dalam ilmu hadits.

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim). Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu telah membuktikan hadits ini dengan amal nyata. Ia menempuh jalan ilmu dengan kesabaran dalam kefakiran, kejujuran dalam meriwayatkan hadits, dan amanah dalam menjaga ajaran Rasulullah SAW.

Kisah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menjadi pelajaran besar bagi kaum Muslimin bahwa kemuliaan dalam Islam tidak ditentukan oleh pekerjaan, harta, atau kedudukan, melainkan oleh iman, ilmu, dan keikhlasan. Siapa pun yang meneladani semangat beliau dalam menuntut ilmu agama, niscaya Allah akan mengangkat derajatnya, meski hidup dalam kesederhanaan.