• KEISLAMAN

Saling Memaafkan, Sunnah atau Tradisi dalam Islam?

Yahya Sukamdani | Senin, 02/02/2026
Saling Memaafkan, Sunnah atau Tradisi dalam Islam? Ilustrasi bersalaman meminta maaf

Terasmuslim.com - Bermaaf-maafan menjelang Ramadhan telah menjadi tradisi yang mengakar di tengah kaum Muslimin. Banyak yang menganggapnya sebagai sunnah Rasulullah SAW, khususnya di bulan Sya’ban. Namun, jika ditelusuri berdasarkan dalil yang shahih, tidak ditemukan satu pun hadits sahih yang secara khusus memerintahkan bermaaf-maafan menjelang Ramadhan atau di bulan Sya’ban. Tradisi tersebut lebih bersifat adat (kebiasaan baik), bukan ibadah khusus yang dicontohkan secara langsung oleh Nabi SAW.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk memiliki sifat pemaaf dan lapang dada secara umum. Allah berfirman:

“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22).
Ayat ini menunjukkan bahwa saling memaafkan adalah akhlak mulia yang dianjurkan setiap waktu, tidak terikat dengan waktu tertentu seperti Sya’ban atau menjelang Ramadhan.

Adapun dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu diampuni dosa setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terdapat permusuhan.” (HR. Muslim).
Hadits ini menegaskan bahwa dendam dan permusuhan menjadi penghalang ampunan, sehingga memperbaiki hubungan dan saling memaafkan sangat dianjurkan, termasuk sebagai persiapan menyambut Ramadhan.

Rasulullah SAW juga memberikan perhatian besar terhadap bulan Sya’ban. Dalam hadits riwayat An-Nasa’i, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Nabi SAW banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Ini menunjukkan bahwa persiapan menjelang Ramadhan yang dicontohkan Nabi ﷺ lebih ditekankan pada ibadah, taubat, dan amal saleh, bukan pada ritual khusus bermaaf-maafan dengan bentuk dan waktu tertentu.

Kesimpulannya, bermaaf-maafan sebelum Ramadhan bukanlah sunnah khusus yang dicontohkan Rasulullah SAW, namun substansi saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperbaiki hubungan sesama Muslim adalah ajaran Islam yang kuat dalilnya. Selama dilakukan tanpa meyakini sebagai ibadah khusus atau sunnah tertentu, tradisi bermaaf-maafan termasuk perbuatan baik yang sejalan dengan nilai akhlak Islam.