Ilustrasi foto belajar agama Islam
Terasmuslim.com - Fenomena berebut warisan Rasulullah SAW sering kali disalahpahami oleh sebagian kaum Muslimin. Banyak yang mengira warisan Nabi berupa harta, kedudukan, atau simbol-simbol duniawi, padahal Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa warisan beliau bukanlah materi. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa warisan sejati Rasulullah adalah ilmu agama yang membimbing manusia menuju keselamatan.
Al-Qur’an menegaskan kemuliaan ilmu dan orang-orang yang menempuhnya. Allah berfirman, “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah: 11). Ayat ini menjadi dalil bahwa warisan Rasulullah SAW berupa ilmu dan petunjuk memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada harta dunia yang sering diperebutkan manusia.
Namun realitanya, sebagian manusia justru berebut klaim sebagai pewaris Rasulullah tanpa mengamalkan sunnahnya. Mereka bangga dengan gelar, nasab, atau simbol keagamaan, tetapi jauh dari akhlak dan ajaran Nabi SAW. Padahal Allah telah mengingatkan, “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (QS. Al-Ahzab: 21). Ayat ini menegaskan bahwa bukti mencintai dan mewarisi Rasulullah adalah meneladani akhlak dan ibadah beliau.
Rasulullah SAW juga memperingatkan agar umatnya tidak saling berselisih dan berebut kedudukan atas nama agama. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari manusia, tetapi mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika ilmu ditinggalkan, yang muncul adalah perebutan pengaruh dan popularitas, bukan lagi semangat menghidupkan sunnah.
Berebut warisan Rasulullah yang hakiki seharusnya diwujudkan dengan berlomba-lomba dalam kebaikan dan menuntut ilmu syar’i. Allah berfirman, “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan” (QS. Al-Baqarah: 148). Warisan Nabi SAW hanya dapat diraih oleh mereka yang ikhlas, rendah hati, dan konsisten mengamalkan ajaran Islam sesuai tuntunan Al-Qur’an dan sunnah.
Oleh karena itu, umat Islam perlu meluruskan niat dan pemahaman. Warisan Rasulullah SAW bukan untuk diperebutkan dengan permusuhan, melainkan untuk dijaga dan diamalkan bersama. Siapa pun yang paling dekat dengan sunnah Nabi SAW, paling besar manfaatnya bagi umat, dan paling ikhlas dalam dakwah, dialah yang paling layak disebut sebagai pewaris Rasulullah. Inilah warisan agung yang akan menyelamatkan umat hingga akhir zaman.