Ilustrasi menahan lapar saat berpuasa (FOTO: SHUTTERSTOCK)
Terasmuslim.com - Puasa dalam Islam pada dasarnya adalah ibadah yang membawa kebaikan bagi manusia, baik secara ruhani maupun jasmani. Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183). Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, yang berdampak pada kesehatan hati dan perilaku.
Secara spiritual, puasa menyehatkan jiwa. Dengan menahan lapar, haus, dan hawa nafsu, seorang Muslim belajar mengendalikan diri dan membersihkan hati. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa adalah perisai” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksudnya, puasa menjadi pelindung dari perbuatan dosa dan api neraka, yang pada akhirnya menenangkan batin dan memperkuat iman.
Dari sisi fisik, puasa juga memiliki manfaat jika dilakukan sesuai tuntunan. Rasulullah SAW mengajarkan kesederhanaan saat sahur dan berbuka, tidak berlebihan dalam makan. Dalam hadis disebutkan: “Tidak ada bejana yang lebih buruk diisi oleh manusia selain perutnya” (HR. Tirmidzi). Pola ini sejalan dengan prinsip kesehatan: memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan dan melatih disiplin makan.
Namun, Islam adalah agama rahmat dan tidak menjadikan puasa sebagai sebab kebinasaan. Allah memberikan keringanan bagi orang sakit: “Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib mengganti) pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah: 184). Ayat ini menunjukkan bahwa jika puasa justru memperparah penyakit, maka tidak berpuasa adalah bentuk ketaatan, bukan dosa.
Rasulullah SAW juga menegaskan prinsip tidak membahayakan diri sendiri. Kaidah syariat yang diambil dari hadis: “Tidak boleh menimbulkan bahaya dan tidak boleh membalas bahaya dengan bahaya” (HR. Ibnu Majah). Karena itu, orang yang benar-benar sakit dan berisiko jika berpuasa dianjurkan untuk mengambil rukhshah (keringanan) syariat.
Kesimpulannya, puasa pada asalnya adalah ibadah yang menyehatkan dan penuh hikmah, baik bagi jiwa maupun raga. Namun, jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, Islam tidak memaksa, melainkan memberi solusi yang adil dan manusiawi. Dengan memahami tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, seorang Muslim dapat menjalankan puasa dengan bijak tanpa mengorbankan kesehatan.