• KISAH

Dosa Kaum Luth

Yahya Sukamdani | Jum'at, 30/01/2026
Dosa Kaum Luth Ilustrasi Terbakarnya Sodom dan Gomora (Foto: Jacob de Wet II via Wikipedia)

Terasamuslim.com - Kaum Luth dikenal dalam Al-Qur’an sebagai kaum yang melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan umat sebelumnya. Allah berfirman: “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu?’” (QS. Al-A’raf: 80). Ayat ini menegaskan bahwa dosa utama kaum Luth adalah penyimpangan moral yang sangat berat.

Perbuatan keji yang dimaksud dijelaskan secara tegas oleh Allah, yaitu mendatangi sesama jenis dengan syahwat. “Sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki untuk melampiaskan nafsumu, bukan kepada wanita” (QS. Al-A’raf: 81). Dalam pandangan Islam, perbuatan ini merupakan dosa besar karena menyelisihi fitrah penciptaan manusia dan merusak tatanan moral serta keturunan.

Selain dosa seksual, kaum Luth juga dikenal membangkang terhadap nasihat Nabi Luth ‘alaihissalam. Mereka tidak hanya menolak dakwah, tetapi juga mengejek dan mengancam Nabi Luth. Allah mengabadikan ucapan mereka: “Usirlah mereka dari negerimu, karena mereka adalah orang-orang yang berpura-pura suci” (QS. Al-A’raf: 82). Sikap sombong dan menolak kebenaran ini memperberat dosa mereka.

Rasulullah SAW pun memperingatkan umatnya agar menjauhi perbuatan kaum Luth. Dalam hadis disebutkan: “Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth” (HR. Ahmad). Hadis ini menunjukkan bahwa dosa tersebut bukan hanya diceritakan sebagai sejarah, tetapi juga sebagai peringatan serius agar tidak ditiru oleh umat Nabi Muhammad SAW.

Akibat dari dosa-dosa tersebut, Allah menurunkan azab yang sangat dahsyat. “Maka ketika keputusan Kami datang, Kami jungkirbalikkan negeri kaum Luth dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, bertubi-tubi” (QS. Hud: 82). Azab ini menjadi bukti bahwa kerusakan moral yang dibiarkan dan dibanggakan dapat mengundang murka Allah.

Kisah kaum Luth bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan peringatan sepanjang zaman. Allah menegaskan: “Dan sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan” (QS. Al-Hijr: 77). Islam mengajarkan untuk membenci perbuatannya, bukan membenci manusianya, serta membuka pintu taubat bagi siapa pun yang kembali kepada Allah dengan sungguh-sungguh.