Ilustrasi orang berdoa (Foto: Istockphoto)
Terasmuslim.com - Islam melarang keras sikap berputus asa, baik karena beratnya penyakit maupun banyaknya dosa. Allah berfirman dengan penuh kelembutan: “Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53). Ayat ini menjadi pelipur lara bagi siapa pun yang merasa hidupnya gelap, karena Allah sendiri yang menjamin ampunan-Nya bagi hamba yang mau kembali.
Penyakit dalam Islam bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan bisa menjadi sarana penghapus dosa dan pengangkat derajat. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah menghapus sebagian dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menanamkan keyakinan bahwa sakit memiliki makna spiritual yang dalam bagi orang beriman.
Demikian pula dengan dosa, sebesar apa pun kesalahan seseorang, pintu taubat tetap terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Rasulullah SAW bersabda: “Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari.” (HR. Muslim). Ini menunjukkan kasih sayang Allah yang tidak pernah lelah menerima hamba-Nya, meski manusia berulang kali tergelincir.
Sikap yang diajarkan Islam adalah menggabungkan harapan, usaha, dan taubat. Orang beriman tidak larut dalam penyesalan yang mematikan semangat, tetapi bangkit memperbaiki diri. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222). Ayat ini menegaskan bahwa taubat bukan tanda kelemahan, melainkan kemuliaan di sisi Allah.
Pada akhirnya, penyakit dan dosa seharusnya mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya, bukan menjauhkannya. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa penuh harap: “Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.” (HR. Tirmidzi). Selama hati masih berharap kepada Allah, tidak ada alasan untuk berputus asa. Harapan adalah ciri iman, dan rahmat Allah selalu lebih besar dari ujian dan dosa manusia.