• KEISLAMAN

Penghapus Dosa dan Kemiskinan dalam Islam

Yahya Sukamdani | Selasa, 28/10/2025
Penghapus Dosa dan Kemiskinan dalam Islam Ilustrasi menyesali dosa

Terasmuslim.com - Dalam Islam, amalan yang dapat menghapus dosa sekaligus menjadi sebab datangnya rezeki telah banyak disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits. Salah satunya adalah istighfar, yaitu memohon ampun kepada Allah dengan hati yang tulus. Allah berfirman dalam Surah Nuh ayat 10–12: “Maka aku berkata (kepada mereka): Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu…” Ayat ini menegaskan bahwa istighfar bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga menjadi sebab turunnya rezeki dan keberkahan hidup.

Selain istighfar, sedekah juga menjadi amalan yang menghapus dosa dan menolak kemiskinan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi). Sedekah bukan hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga membuka pintu rezeki bagi pemberinya. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ menjelaskan bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Artinya, memberi justru menjadi jalan agar seseorang dijauhkan dari kefakiran dan mendapatkan tambahan keberkahan.

Amalan lain yang menjadi penghapus dosa dan kemiskinan adalah shalat malam dan tawakal. Dalam Surah Al-Thalaq ayat 2–3, Allah menjanjikan, “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” Ketakwaan yang diwujudkan melalui ketaatan ibadah membawa ampunan serta jaminan rezeki yang cukup. Orang yang bergantung sepenuhnya pada Allah tidak akan merasa miskin, sebab keyakinannya terletak pada kekuasaan Allah yang Maha Kaya.

Dari ajaran ini, Islam mengajarkan bahwa penghapus dosa dan kemiskinan tidak hanya berbentuk ritual spiritual, tetapi juga perilaku sosial yang menumbuhkan empati dan keikhlasan. Istighfar, sedekah, serta ketakwaan menjadi kunci keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah dan sesama manusia.