Kisah seorang pendosa yang taubat dan diabadikan dalam hadis Nabi Muhammad SAW (Foto: Ilustrasi AI)
Terasmuslim.com - Islam senantiasa membuka pintu harapan bagi setiap hamba yang ingin kembali ke jalan kebenaran.
Kisah tentang seorang pria bani Israil yang membunuh seratus nyawa menjadi bukti nyata betapa luasnya samudera ampunan Allah.
Pada awalnya, pria ini telah membunuh sembilan puluh sembilan orang lalu datang kepada seorang rahib untuk bertanya tentang peluang tobatnya.
Rahib tersebut dengan gegabah menyatakan bahwa tidak ada lagi pintu tobat bagi dosa sebesar itu.
Merasa putus asa dan diselimuti amarah, sang pria akhirnya membunuh rahib tersebut hingga genaplah korbannya menjadi seratus orang.
Namun, gejolak penyesalan di dalam hatinya tidak pernah padam dan ia terus mencari orang alim yang bisa membimbingnya.
Seorang ulama sejati kemudian menjelaskan bahwa tidak ada satu pun hal yang dapat menghalangi seorang hamba untuk bertobat kepada-Nya.
Prinsip ampunan yang tanpa batas ini sejalan dengan firman Allah SWT yang abadi di dalam kitab suci Al-Qur`an.
Kebenaran ayat tersebut tertuang jelas dalam Al-Qur`an Surah Az-Zumar ayat 53 yang melarang manusia berputus asa dari rahmat-Nya.
Kisah perjalanan spiritual yang sangat menyentuh hati ini bersumber langsung dari hadis sahih riwayat Imam Muslim.
Rasulullah SAW bersabda, "Ketika ia (pria itu) baru berjalan setengah perjalanan menuju desa yang baik, tibalah ajal menjemputnya." (HR. Muslim).
Kematian di tengah jalan tersebut memicu perselisihan sengit antara Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab mengenai ruh sang pria.
Allah SWT kemudian memerintahkan bumi untuk mendekatkan jarak tanah tujuan agar pria tersebut mendapatkan pengampunan-Nya.
Akhirnya, malaikat mengukur jarak dan mendapati posisinya lebih dekat ke tanah hijrah, sehingga ia berhak masuk ke dalam surga.