Ilustrasi foto menjaga hubungan rumah tangga
Terasmuslim.com - Kebiasaan membandingkan pasangan dengan orang lain merupakan duri tersembunyi dalam hubungan pernikahan.
Sikap ini sering kali menjadi pemicu hilangnya rasa syukur atas nikmat pernikahan yang ada.
Dalam pandangan Islam, perilaku ini mencerminkan ketidakpuasan terhadap ketetapan dan takdir Allah SWT.
Al-Qur`an secara tegas mengingatkan manusia untuk tidak silau dengan kelebihan yang diberikan kepada orang lain.
Allah SWT berfirman dalam Surah Thaha ayat 131 mengenai larangan memandang kemewahan hidup orang lain. "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya." (QS. Thaha: 131)
Ayat tersebut menjadi peringatan keras agar kita selalu fokus menjaga dan merawat apa yang telah dimiliki.
Membandingkan suami atau istri hanya akan melahirkan rasa kufur nikmat dan merusak kedamaian hati.
Rasulullah SAW juga memberikan panduan moral yang sangat indah agar kita terhindar dari penyakit hati ini.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Nabi SAW mengajarkan cara agar kita selalu menjadi hamba yang pandai bersyukur. "Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih patut agar kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu." (HR. Muslim)
Jika prinsip hadis ini diterapkan dalam rumah tangga, maka kelebihan orang lain tidak akan merusak keharmonisan keluarga.
Setiap manusia diciptakan Allah SWT dengan membawa kelebihan serta kekurangan masing-masing yang unik.
Menerima pasangan dengan penuh keikhlasan adalah kunci utama untuk meraih predikat keluarga yang sakinah.
Mari hentikan kebiasaan membandingkan dan mulailah saling menghargai demi menjaga kesucian ikatan pernikahan kita.