• KEISLAMAN

Ketika Istikharah Menjadi Penentu

Yahya Sukamdani | Senin, 26/01/2026
Ketika Istikharah Menjadi Penentu Ilustrasi shalat Istikharah

Terasmuslim.com - Istikharah adalah bentuk ibadah yang mengajarkan seorang hamba untuk tidak menggantungkan keputusan semata pada logika dan perasaan, tetapi menyerahkannya kepada Allah Yang Maha Mengetahui. Rasulullah SAW mengajarkan shalat istikharah kepada para sahabat sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur’an (HR. Bukhari). Ini menunjukkan bahwa istikharah bukan amalan sampingan, melainkan pedoman penting ketika dihadapkan pada pilihan besar kehidupan pernikahan, pekerjaan, hijrah, atau keputusan penting lainnya.

Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan keterbatasan manusia dalam menilai kebaikan sebuah pilihan. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216). Ayat ini menjadi landasan kuat mengapa istikharah diperlukan: karena keputusan terbaik sering kali tersembunyi di balik hal yang tidak kita pahami saat ini.

Hadits istikharah yang masyhur menjelaskan doa permohonan agar Allah memilihkan yang terbaik jika suatu perkara baik bagi agama, kehidupan, dan masa depan seseorang, serta memalingkannya jika buruk (HR. Bukhari). Dari sini tampak bahwa hasil istikharah bukan selalu berupa mimpi atau tanda khusus, melainkan kemantapan hati, kemudahan jalan, atau justru penghalang yang menyadarkan. Inilah bentuk jawaban Allah yang paling halus namun tepat.

Secara spiritual dan psikologis, istikharah menenangkan jiwa karena seseorang telah menunaikan ikhtiar batin sebelum melangkah. Ia belajar ridha terhadap hasil, apa pun bentuknya, karena yakin keputusan tersebut berada dalam penjagaan Allah. Ketika istikharah menjadi penentu, seorang mukmin tidak lagi takut salah memilih, sebab ia sadar bahwa pilihan terbaik adalah pilihan yang Allah ridhai, bukan sekadar yang manusia sukai.