• KEISLAMAN

Mengimani Al-Wahid dan Al-Ahad, Inti Tauhid yang Meneguhkan Keimanan

Yahya Sukamdani | Minggu, 28/12/2025
Mengimani Al-Wahid dan Al-Ahad, Inti Tauhid yang Meneguhkan Keimanan Ilustrasi tulisan Allah

Terasmuslim.com - Mengimani nama Allah Al-Wahid (Yang Maha Esa) dan Al-Ahad (Yang Maha Tunggal) merupakan inti dari ajaran tauhid dalam Islam. Kedua nama ini menegaskan bahwa Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak memiliki sekutu dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Allah berfirman: “Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa (Ilahun Wahid), tidak ada Tuhan selain Dia.” (QS. Al-Baqarah: 163). Ayat ini menjadi dasar bahwa seluruh ibadah dan ketundukan hanya ditujukan kepada Allah semata.

Nama Al-Ahad disebutkan secara tegas dalam Surah Al-Ikhlas, yang menjadi ringkasan akidah Islam: “Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1). Para ulama menjelaskan bahwa Al-Ahad menunjukkan keesaan Allah yang mutlak, tidak terbagi, tidak tersusun, dan tidak menyerupai makhluk sedikit pun. Keimanan terhadap nama ini menafikan segala bentuk kesyirikan, baik yang tampak maupun tersembunyi, serta meneguhkan keyakinan bahwa hanya Allah tempat bergantung segala sesuatu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat menekankan keutamaan tauhid yang murni. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa beliau bersabda: “Barang siapa mengucapkan ‘La ilaha illallah’ dengan ikhlas, maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim). Keikhlasan dalam kalimat tauhid tidak akan terwujud kecuali dengan mengimani Allah sebagai Al-Wahid dan Al-Ahad, yakni mengesakan-Nya dalam doa, ibadah, cinta, takut, dan pengharapan.

Mengimani kedua nama Allah ini juga memiliki dampak besar dalam kehidupan seorang Muslim. Ia akan terbebas dari ketergantungan kepada selain Allah, tidak takut berlebihan kepada makhluk, dan tidak menggantungkan harapan kepada sesuatu yang fana. Allah menegaskan: “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. Az-Zumar: 2). Dengan tauhid yang kokoh melalui iman kepada Al-Wahid dan Al-Ahad, seorang hamba akan meraih ketenangan hati, keistiqamahan ibadah, dan keselamatan di dunia serta akhirat.