• KEISLAMAN

Bahaya Laten Komunisme

Yahya Sukamdani | Kamis, 02/04/2026
Bahaya Laten Komunisme Ilustrasi foto komunisme vs Islam

Terasmuslim.com - Komunisme secara fundamental berdiri di atas landasan materialisme dialektika yang menafikan keberadaan Sang Pencipta dalam setiap sendi kehidupan. Paham ini memandang agama sebagai candu yang menghambat kemajuan materi dan revolusi sosial bagi kaum buruh atau proletar. Dalam pandangan Islam, keyakinan tanpa Tuhan ini adalah bentuk kekufuran nyata yang merusak fondasi tauhid paling mendasar.

Al-Qur`an secara tegas mengingatkan dalam Surah Al-Jatsiyah ayat 24 tentang kesesatan orang-orang yang menganggap kehidupan hanyalah urusan duniawi semata. Kelompok tersebut percaya bahwa waktu jualah yang membinasakan mereka, tanpa mempercayai adanya hari kebangkitan dan pengadilan Allah. Islam mengajarkan bahwa kehidupan dunia adalah ladang amal untuk akhirat, bukan sekadar persaingan materi antar kelas sosial.

Rasulullah SAW dalam banyak hadis menekankan pentingnya menjaga iman dari segala bentuk pemikiran yang dapat membatalkan syahadat seorang mukmin. Komunisme yang mengusung prinsip kebersamaan paksa seringkali mengabaikan hak milik pribadi yang secara syar`i telah diatur dan dilindungi. Pertentangan ini menciptakan jurang pemisah yang tidak mungkin disatukan antara syariat Islam dan dogma-dogma Marxisme.

Penghapusan hak milik pribadi dalam sistem komunis sangat bertentangan dengan prinsip Maqashid Syariah yang menjaga harta benda sebagai amanah Allah. Islam mengakui hak individu untuk memiliki kekayaan melalui jalan yang halal, seperti berniaga maupun melalui hukum waris. Sebaliknya, komunisme memaksa penyerahan seluruh aset kepada negara, yang seringkali berujung pada kezaliman dan hilangnya martabat manusia.

Dalam perspektif sejarah, penyebaran ideologi ini seringkali diiringi dengan penindasan terhadap institusi agama dan para ulama yang dianggap penghalang revolusi. Al-Qur`an dalam Surah Al-Baqarah ayat 205 menggambarkan karakteristik perusak yang jika berkuasa, mereka akan membinasakan tanaman dan keturunan. Hal ini relevan dengan fakta historis di mana rezim komunis kerap melakukan pembersihan terhadap simbol-simbol ketuhanan di muka bumi.

Keadilan sosial dalam Islam dicapai melalui zakat, sedekah, dan sistem ekonomi syariah yang berkeadilan, bukan melalui pertentangan kelas yang berdarah. Islam mendorong harmoni antara si kaya dan si miskin melalui ikatan ukhuwah Islamiyah yang saling menguatkan satu sama lain. Komunisme justru menanamkan kebencian antar kelas yang mencederai nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

Umat Islam harus senantiasa waspada terhadap infiltrasi pemikiran materialisme yang mencoba masuk melalui isu-isu kesenjangan sosial dan ekonomi. Memperkuat pemahaman aqidah dan wawasan sejarah adalah kunci utama agar generasi muda tidak terperosok ke dalam ideologi anti-tuhan. Hanya dengan kembali kepada petunjuk Al-Qur`an dan Sunnah, keadilan sejati yang menjunjung tinggi harkat kemanusiaan dapat benar-benar terwujud secara sempurna.