Ilustrasi foto tauhid
Terasmuslim.com - Komunisme dikenal sebagai sebuah ideologi politik dan ekonomi yang menekankan kepemilikan bersama atas alat produksi serta penghapusan kelas sosial. Namun dalam praktik dan pemikiran dasarnya, komunisme sering dikaitkan dengan paham ateisme atau penolakan terhadap keberadaan Tuhan. Dari sudut pandang Islam, pandangan seperti ini tentu bertentangan dengan prinsip utama aqidah, yaitu keimanan kepada Allah SWT sebagai Pencipta dan Pengatur seluruh alam semesta.
Dalam ajaran Islam, tauhid merupakan fondasi utama yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Allah SWT berfirman dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, setiap ideologi yang menafikan keberadaan Tuhan jelas bertentangan dengan tujuan penciptaan manusia menurut Islam.
Komunisme dalam sejarahnya sering dipengaruhi oleh pemikiran tokoh seperti Karl Marx yang memandang agama sebagai sesuatu yang tidak diperlukan dalam kehidupan sosial. Dalam pandangan tersebut, agama bahkan disebut sebagai “candu masyarakat” yang dianggap menghalangi perjuangan kelas. Pemikiran seperti ini tentu bertolak belakang dengan Islam yang justru menjadikan agama sebagai pedoman hidup dalam seluruh aspek kehidupan manusia.
Selain persoalan aqidah, Islam juga menekankan keseimbangan antara hak individu dan kepentingan masyarakat. Dalam syariat Islam, kepemilikan pribadi diakui selama diperoleh dengan cara yang halal. Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 29, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil…”. Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengatur kepemilikan harta secara adil tanpa meniadakan hak individu sepenuhnya.
Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa keadilan sosial harus dibangun dengan iman, akhlak, dan kepedulian terhadap sesama. Islam memiliki mekanisme seperti zakat, sedekah, dan wakaf untuk membantu kaum miskin dan mengurangi kesenjangan sosial. Dengan cara ini, Islam menghadirkan solusi yang seimbang antara tanggung jawab sosial dan penghormatan terhadap hak individu.
Dengan demikian, jika dilihat dari perspektif aqidah dan syariat, ideologi komunisme yang menolak keberadaan Tuhan jelas tidak sejalan dengan ajaran Islam. Islam menegaskan bahwa kehidupan manusia harus berlandaskan tauhid dan aturan Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam diajarkan untuk menjaga keimanan serta memahami berbagai ideologi dengan bijak agar tidak terjerumus pada pemikiran yang bertentangan dengan prinsip dasar agama.