Ilustrasi wanita akhir zaman
Terasmuslim.com - Aqidah adalah fondasi utama dalam Islam yang menentukan lurus atau rusaknya seluruh amal. Di akhir zaman, Rasulullah ﷺ telah mengabarkan akan banyak fitnah yang mengaburkan kebenaran dan menyesatkan manusia. Beliau bersabda, “Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya, orang yang berdusta dipercaya dan orang yang jujur didustakan” (HR. Ahmad). Dalam kondisi seperti ini, aqidah yang shahih menjadi benteng agar seorang Muslim tidak mudah goyah oleh arus pemikiran yang menyimpang. Allah berfirman, “Maka berpegang teguhlah kamu kepada apa yang telah diwahyukan kepadamu” (QS. Az-Zukhruf: 43).
Kerusakan akhir zaman tidak hanya tampak pada akhlak, tetapi juga pada pemahaman tentang Allah dan agama. Banyak konsep asing masuk dan merusak tauhid, seperti relativisme kebenaran dan penyamaan semua agama. Allah mengingatkan, “Barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya” (QS. Ali ‘Imran: 85). Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengajarkan tauhid yang murni, memisahkan secara tegas antara Sang Pencipta dan makhluk, sehingga umat Islam tidak terseret pada syirik dan penyimpangan keyakinan.
Rasulullah ﷺ juga menekankan pentingnya menjaga aqidah di tengah banyaknya perpecahan. Beliau bersabda, “Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya di neraka kecuali satu” (HR. Tirmidzi). Ketika ditanya siapa yang selamat, beliau menjawab, “Yaitu yang mengikuti apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya.” Hadits ini menunjukkan bahwa aqidah yang benar adalah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman generasi salaf, bukan sekadar klaim kebenaran.
Dengan aqidah yang lurus, seorang Muslim memiliki kompas dalam menyikapi fitnah akhir zaman. Ia tidak mudah terbawa arus, tetap berpegang pada kebenaran meski terasa asing. Rasulullah ﷺ bersabda, “Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing” (HR. Muslim). Aqidah yang kokoh menjadikan seorang hamba istiqamah, tenang, dan selamat hingga akhir hayat, sebagaimana janji Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami adalah Allah, lalu mereka istiqamah, maka tidak ada rasa takut dan tidak pula mereka bersedih” (QS. Al-Ahqaf: 13).