• KEISLAMAN

Ucapan yang Mengundang Murka Allah, Bahaya Lisan yang Sering Diremehkan

Yahya Sukamdani | Sabtu, 20/12/2025
Ucapan yang Mengundang Murka Allah, Bahaya Lisan yang Sering Diremehkan Ilustrasi fitnah (foto:kepri.harianhaluan)

Terasmuslim.com - Dalam Islam, lisan memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan keselamatan atau kebinasaan seorang hamba. Ucapan yang keluar dari mulut tidak hanya berdampak pada sesama manusia, tetapi juga dicatat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Al-Qur’an menegaskan, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat” (QS. Qaf: 18). Ayat ini menjadi peringatan bahwa setiap kata, baik atau buruk, dapat menjadi sebab turunnya ridha atau murka Allah.

Rasulullah ﷺ secara tegas mengingatkan bahaya ucapan yang tidak dijaga. Beliau bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang membuat Allah murka, ia tidak menganggapnya berbahaya, namun karena ucapan itu ia terjerumus ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa dosa lisan sering kali diremehkan, padahal dampaknya sangat besar dan bisa berakibat fatal bagi akhirat seseorang.

Ucapan yang mengundang murka Allah mencakup dusta, ghibah, fitnah, penghinaan, sumpah palsu, serta perkataan yang meremehkan syariat Allah. Allah berfirman, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain” (QS. Al-Hujurat: 12). Ayat ini menegaskan bahwa merusak kehormatan orang lain dengan lisan adalah dosa besar yang dapat mengundang kemurkaan Allah, karena melanggar hak sesama dan merusak persaudaraan.

Oleh karena itu, seorang Muslim diperintahkan untuk menjaga lisannya sebagai bentuk ketakwaan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan menahan lisan dari ucapan yang sia-sia dan dosa, seorang hamba menjaga dirinya dari murka Allah dan justru mendekat kepada ridha-Nya. Lisan yang terjaga adalah tanda kesempurnaan iman dan keselamatan hidup di dunia serta akhirat.