• KEISLAMAN

Sabar Sampai mati, Pernikahan Seumur Hidup Menurut Islam

Yahya Sukamdani | Selasa, 02/12/2025
Sabar Sampai mati, Pernikahan Seumur Hidup Menurut Islam Ilustrasi cincin pernikahan (Foto: Unsplash/Amanda Mocci)

Terasmuslim.com - Dalam Islam, pernikahan adalah ikatan suci yang menghendaki komitmen seumur hidup. Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya…” (QS Ar-Rum: 21). Ayat ini menegaskan bahwa ketenteraman (sakinah) hanya dapat diraih melalui kesabaran dalam menghadapi kekurangan pasangan. Rumah tangga tidak akan lepas dari ujian; justru kesabaran menghadapi ujian itulah yang menjadi jalan keberkahan.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kesabaran memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, “Tidaklah seorang hamba diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam konteks pernikahan, sabar berarti menahan emosi, memaafkan kekurangan pasangan, dan tidak terburu-buru mengambil keputusan yang dapat merusak hubungan. Kesabaran menjadi ibadah yang terus mengalir pahalanya selama dijalani dengan niat untuk mempertahankan rumah tangga di jalan Allah.

Komitmen untuk hidup bersama hingga akhir hayat bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Allah SWT berfirman, “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.” (QS Al-Baqarah: 228). Ayat ini menegaskan bahwa suami dan istri harus sama-sama menjaga hubungan melalui komunikasi, penghormatan, dan saling memahami. Ketika dua pihak saling bersabar, maka konflik dapat dihadapi tanpa saling menyakiti, sehingga pernikahan tetap berjalan kokoh hingga maut memisahkan.

Allah menjanjikan bahwa kesabaran tidak akan pernah sia-sia. Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah: 153). Kebersamaan Allah ini berarti pertolongan, keberkahan, dan rahmat dalam kehidupan. Suami istri yang sabar akan mampu melihat masalah sebagai peluang untuk memperkuat hubungan, bukan alasan untuk menjauh. Dengan kesabaran, pernikahan dapat menjadi ibadah panjang yang dipenuhi mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih sayang).