Ilustrasi foto teman
Terasmuslim.com - Dalam pandangan Islam, teman sejati adalah mereka yang menuntun saudaranya menuju kebaikan dan menjauhkan dari kemaksiatan. Allah SWT berfirman, “Teman-teman akrab pada hari itu (kiamat) akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa” (QS. Az-Zukhruf: 67). Ayat ini menegaskan bahwa persahabatan sejati tidak diukur dari kesenangan duniawi, tetapi dari ketakwaan dan kasih sayang yang lahir karena Allah. Teman yang asli akan tetap mendampingi dalam suka dan duka, serta mengingatkan ketika kita jauh dari jalan kebenaran.
Rasulullah ﷺ juga menegaskan pentingnya memilih teman yang baik dalam sabdanya: “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin memberimu minyaknya atau kamu mencium bau harumnya, sedangkan pandai besi bisa membakar pakaianmu atau kamu mencium bau busuk darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjelaskan bahwa teman berpengaruh besar terhadap akhlak dan keimanan seseorang.
Teman palsu adalah mereka yang hanya hadir ketika kita senang, tetapi pergi ketika kita susah. Bahkan, ada yang menjerumuskan ke dalam dosa demi kepentingan duniawi. Allah memperingatkan dalam QS. Al-Furqan: 27–28, “Celakalah aku! Andai aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman akrabku. Sungguh, dia telah menyesatkanku dari peringatan setelah datang kepadaku.” Ayat ini menjadi pelajaran agar berhati-hati memilih teman, karena pertemanan yang salah dapat menyeret seseorang pada kebinasaan.