Ilustrasi lafadz Allah
Terasmuslim.com - Berburuk sangka atau suudzon kepada Allah adalah penyakit hati yang dapat merusak keimanan. Dalam Al-Qur’an, Allah memperingatkan manusia agar tidak berprasangka buruk terhadap-Nya. Allah berfirman, “Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit di dalam hatinya berkata, ‘Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya’” (QS. Al-Ahzab: 12). Ayat ini menunjukkan bahwa suudzon kepada Allah adalah ciri orang yang lemah imannya, karena mereka tidak yakin bahwa segala ketentuan Allah selalu membawa kebaikan.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.” Hadis ini mengajarkan bahwa jika seseorang berbaik sangka (husnuzan) kepada Allah, maka Allah akan memperlakukannya sesuai prasangkanya. Sebaliknya, jika seseorang berburuk sangka, maka keburukan itulah yang akan menghampirinya. Oleh karena itu, seorang mukmin hendaknya selalu berprasangka baik, terutama saat menghadapi ujian atau musibah, karena setiap takdir mengandung hikmah yang tidak selalu tampak di awal.
Dalam QS. Al-Fath: 6, Allah menegaskan, “Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran kebinasaan yang amat buruk.” Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa suudzon kepada Allah bukan sekadar dosa hati, tetapi bisa membawa pada kebinasaan iman. Sebab, prasangka buruk berarti menuduh Allah tidak adil, tidak bijak, atau tidak sayang kepada hamba-Nya.