• KEISLAMAN

Adab Bersahabat dalam Islam, Menjalin Persaudaraan Karena Allah

Yahya Sukamdani | Senin, 03/11/2025
Adab Bersahabat dalam Islam, Menjalin Persaudaraan Karena Allah Ilustrasi traktir teman

Terasmuslim.com - Persahabatan dalam Islam memiliki kedudukan mulia karena ia menjadi jalan untuk menumbuhkan cinta dan kasih sayang di antara sesama mukmin. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10). Ayat ini menunjukkan bahwa persahabatan harus dibangun atas dasar keimanan, bukan karena kepentingan duniawi. Persaudaraan sejati tumbuh dari hati yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan menuntun satu sama lain menuju ridha Allah.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan pentingnya memilih sahabat yang baik. Beliau bersabda, “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin memberimu minyak wangi, atau kamu bisa membeli darinya, atau setidaknya kamu mencium bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu, atau kamu mencium bau tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini mengajarkan bahwa teman yang saleh akan memengaruhi kita menuju kebaikan, sedangkan teman yang buruk dapat menjerumuskan pada kebinasaan.

Adab bersahabat dalam Islam meliputi saling menghormati, menutupi aib sahabat, menasihati dengan lembut, serta menjaga amanah dan rahasia. Nabi ﷺ bersabda, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya; ia tidak menzhaliminya, tidak membiarkannya (dalam kesulitan), tidak mendustakannya, dan tidak menghinanya.” (HR. Muslim). Dari hadis ini, jelas bahwa sahabat sejati adalah yang hadir di kala susah maupun senang, bukan hanya saat membutuhkan.

Selain itu, Islam mengajarkan agar persahabatan dijaga dengan niat karena Allah. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya, salah satunya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul dan berpisah karena-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, persahabatan yang dilandasi iman akan berbuah keberkahan di dunia dan menjadi cahaya di akhirat. Persahabatan seperti ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menuntun menuju surga.