Ilustrasi foto ibu dan anak
Terasmuslim.com - Islam datang membawa ajaran yang mengangkat derajat perempuan, termasuk anak perempuan, dari kehinaan yang dulu melekat pada masa jahiliyah. Pada masa itu, kelahiran anak perempuan dianggap aib. Namun, Al-Qur’an mengecam keras pandangan tersebut dalam Surah An-Nahl ayat 58–59: “Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena buruknya berita yang disampaikan kepadanya...” Ayat ini menjadi bukti bahwa Islam menolak segala bentuk diskriminasi dan mengajarkan bahwa anak perempuan adalah amanah dan sumber keberkahan.
Rasulullah ﷺ memberikan teladan agung dalam memperlakukan anak perempuan. Beliau bersabda, “Barang siapa yang memiliki dua anak perempuan, lalu ia berbuat baik kepada keduanya hingga keduanya dewasa, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan bahwa mendidik dan memelihara anak perempuan dengan kasih sayang bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi jalan menuju surga. Anak perempuan bukan beban, melainkan ladang pahala bagi orang tuanya.
Selain itu, Islam menegaskan kesetaraan spiritual antara laki-laki dan perempuan. Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 35: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, yang mukmin, yang taat, yang jujur... Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan manusia di sisi Allah tidak ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh ketakwaannya. Anak perempuan memiliki peluang yang sama untuk meraih derajat tinggi di sisi Allah melalui iman dan amal saleh.
Anak perempuan dalam Islam adalah sumber rahmat, bukan kehinaan. Mereka diajarkan untuk menjadi penyejuk hati keluarga, penjaga kehormatan, dan penerus generasi beriman.