Ilustrasi foto pasangan dalam rumah tangga
Terasmuslim.com - Pernyataan bahwa “jodoh adalah cerminan diri” sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan ini mengandung makna bahwa seseorang akan dipertemukan dengan pasangan yang memiliki sifat atau kualitas yang sejalan dengan dirinya. Lalu, bagaimana pandangan Islam tentang hal ini?
Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman:
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)."
(QS. An-Nur: 26)
Ayat ini sering dijadikan dasar bahwa jodoh merupakan cerminan dari kepribadian dan amal seseorang. Namun, para mufasir menjelaskan bahwa konteks ayat ini bukan semata-mata tentang jodoh, melainkan tentang kesesuaian moral dan akhlak antara laki-laki dan perempuan bahwa Allah akan mempertemukan orang baik dengan yang baik, dan yang buruk dengan yang buruk, sesuai hikmah-Nya.
Hadis Nabi ﷺ juga memperkuat pentingnya kesetaraan nilai dalam memilih pasangan:
"Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, niscaya engkau beruntung."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa kualitas agama dan akhlak menjadi faktor utama dalam membentuk keserasian rumah tangga. Dengan kata lain, seseorang yang menjaga agamanya akan lebih mungkin mendapat pasangan yang juga berpegang pada nilai yang sama.
Namun, Islam tidak menegaskan bahwa jodoh pasti mencerminkan seluruh sifat diri. Ada kalanya Allah mempertemukan dua orang yang sangat berbeda, agar keduanya saling melengkapi, saling memperbaiki, dan menjadi ujian bagi satu sama lain. Dalam QS. At-Taghabun ayat 14, Allah mengingatkan:
"Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka..."
Artinya, pernikahan juga bisa menjadi jalan ujian dan pembelajaran spiritual agar seseorang menjadi lebih sabar dan matang dalam iman.