• KEISLAMAN

Adam dan Iblis, Mengapa Kesombongan Jadi Awal Kehancuran?

Yahya Sukamdani | Jum'at, 22/08/2025
Adam dan Iblis, Mengapa Kesombongan Jadi Awal Kehancuran? ilustrasi bisikan setan

Terasmuslim.com - Kisah Nabi Adam AS dan Iblis menjadi salah satu narasi penting dalam Al-Qur’an yang penuh hikmah. Allah ﷻ menciptakan Adam sebagai manusia pertama, lalu memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan atas ciptaan baru tersebut. Semua malaikat tunduk kecuali Iblis, yang menolak dengan kesombongan.

Penolakan Iblis bukanlah karena kurangnya pengetahuan, melainkan karena sifat angkuh dan merasa lebih mulia dari Adam. Ia berkata, “Aku lebih baik darinya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia dari tanah” (QS. Al-A‘raf: 12). Kesombongan inilah yang menjadi awal mula kejatuhan Iblis dan penolakannya terhadap perintah Allah.

Dari kisah ini, manusia mendapat pelajaran penting: ketaatan adalah kunci kemuliaan, sementara kesombongan adalah jalan menuju kehancuran. Adam AS yang sempat tergoda untuk mendekati pohon terlarang, segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah, lalu diampuni. Sementara Iblis memilih tetap sombong dan bersumpah untuk menyesatkan keturunan Adam hingga hari kiamat.

Kisah Adam dan Iblis juga mengajarkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, namun pintu tobat selalu terbuka. Berbeda dengan Iblis yang menolak kebenaran, manusia yang kembali kepada Allah dengan hati yang ikhlas akan mendapat rahmat-Nya.

Dalam kehidupan modern, pesan ini tetap relevan. Kesombongan, merasa lebih tinggi dari orang lain, hingga enggan menerima nasihat, adalah sifat yang diwariskan dari sikap Iblis. Sebaliknya, kerendahan hati dan ketaatan kepada Allah adalah warisan mulia dari Nabi Adam AS.