• KEISLAMAN

Keajaiban Lebah dalam Al-Qur`an Terbukti Lewat Sains Modern

Yahya Sukamdani | Sabtu, 23/05/2026
Keajaiban Lebah dalam Al-Qur`an Terbukti Lewat Sains Modern Ilustrasi foto filosofi lalat dan lebah

Terasmuslim.com - Al-Qur’an yang diturunkan 14 abad lalu telah mengabadikan lebah sebagai salah satu makhluk yang penuh dengan mukjizat.

Nama hewan ini bahkan dijadikan sebagai nama sebuah surat khusus dalam kitab suci, yaitu Surat An-Nahl.

Allah SWT berfirman:

"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, `Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.`" (QS. An-Nahl: 68).

Sains modern baru-baru ini menyadari bahwa penggunaan kata kerja dalam ayat tersebut menggunakan bentuk feminim (muannats).

Hal ini secara mutlak membuktikan bahwa tugas membangun sarang dan mencari makan dilakukan oleh lebah betina (pekerja).

Selama berabad-abad, manusia keliru mengira bahwa pemimpin kelompok serangga ini adalah seekor lebah jantan atau raja.

Padahal, Al-Qur`an secara tersirat menegaskan bahwa koloni mereka digerakkan oleh lebah betina dan dipimpin oleh ratu.

Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda tentang perumpamaan seorang mukmin yang indah seperti seekor lebah.

Beliau bersabda: "Perumpamaan seorang mukmin seperti lebah; ia tidak makan kecuali yang baik dan tidak mengeluarkan kecuali yang baik." (HR. Ahmad).

Sains membuktikan lebah hanya mengonsumsi nektar bersih dan selalu menghasilkan madu yang steril serta penuh khasiat.

Dalam kelanjutan ayat 69 Surat An-Nahl, Allah SWT juga menegaskan bahwa dari perut lebah keluar minuman yang bermacam-macam warnanya.

Para ilmuwan masa kini menemukan bahwa warna madu sangat dipengaruhi oleh jenis bunga yang diisap oleh lebah tersebut.

Lebih menakjubkan lagi, madu kini diakui dunia medis sebagai antibiotik alami yang sangat ampuh menyembuhkan berbagai penyakit.

Fakta-fakta ilmiah yang baru terungkap di abad modern ini menjadi bukti tak terbantahkan akan kebenaran wahyu Ilahi.

Keajaiban lebah ini semakin mempertebal keimanan kita bahwa Al-Qur’an benar-benar datang dari Pencipta alam semesta.