Ilustrasi foto
Terasmuslim.com - Al-Qur’an sering kali memuat ayat yang diawali dengan sumpah Allah SWT menggunakan nama makhluk-makhluk ciptaan-Nya.
Manusia sering kali bertanya-tanya mengapa Sang Pencipta alam semesta perlu bersumpah demi waktu, matahari, bulan, hingga buah tin.
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ketika Allah SWT bersumpah dengan makhluk, itu menandakan adanya perkara yang sangat penting setelahnya.
Sumpah tersebut ditujukan untuk menarik perhatian penuh dari manusia agar mereka merenungkan keagungan tanda-tanda kebesaran-Nya.
Salah satu contoh sumpah yang paling populer dan sering kita dengar berada di dalam Surat Al-`Asr.
Allah SWT berfirman:
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian." (QS. Al-`Asr: 1-2).
Melalui sumpah demi waktu tersebut, Allah ingin menegaskan betapa berharganya setiap detik kehidupan yang dilewati oleh manusia.
Secara kaidah tauhid, bersumpah dengan selain nama Allah adalah hak mutlak yang hanya dimiliki oleh Allah SWT sendiri.
Bagi manusia, menyebut nama makhluk sebagai sumpah merupakan hal yang dilarang keras karena dapat menjerumuskan pada perbuatan syirik.
Rasulullah SAW telah memberikan batasan yang sangat tegas mengenai aturan bersumpah ini kepada seluruh umat Islam.
Dalam sebuah hadis sahih, beliau bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah, maka bersumpahlah demi Allah atau lebih baik diam." (HR. Bukhari).
Sumpah Allah menggunakan makhluk juga berfungsi sebagai penguat (taukid) terhadap kebenaran wahyu yang sedang disampaikan.
Secara sains, setiap objek yang dijadikan sumpah oleh Allah selalu terbukti memiliki manfaat dan keajaiban yang sangat luar biasa bagi kehidupan.
Sumpah Ilahi ini sejatinya menjadi sarana pendidikan spiritual agar manusia senantiasa membaca dan mentadaburi alam semesta secara mendalam.
Memahami rahasia di balik sumpah-sumpah Al-Qur`an pada akhirnya akan mengantarkan kita pada tingkat keimanan dan ketakwaan yang lebih tinggi.