Ilustrasi burung gagak (Foto: Wikipedia)
Terasmuslim.com - Tragedi pembunuhan pertama dalam sejarah umat manusia terjadi ketika Qabil tega menghabisi nyawa saudara kandungnya sendiri, Habil.
Aksi keji tersebut dipicu oleh rasa dengki dan api cemburu yang membakar hati Qabil karena kurbannya ditolak oleh Allah SWT.
Setelah Habil tewas, Qabil seketika didera rasa kebingungan yang sangat luar biasa mengenai apa yang harus dilakukan terhadap jasad saudaranya.
Ia terus memikul jenazah Habil ke sana kemari karena belum pernah ada manusia yang meninggal dunia sebelum peristiwa kelam tersebut.
Melihat hamba-Nya yang kebingungan, Allah SWT tidak membiarkannya begitu saja melainkan mengirimkan sebuah petunjuk melalui makhluk-Nya.
Kisah pengiriman utusan berupa hewan ini diabadikan secara sangat menyentuh di dalam Al-Qur`an melalui Surat Al-Ma`idah.
Allah SWT berfirman:
"Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya." (QS. Al-Ma`idah: 31).
Burung gagak tersebut sengaja bertarung dengan gagak lain hingga mati, lalu menggali tanah dengan cakarnya untuk mengubur bangkai temannya.
Sains modern mengonfirmasi bahwa burung gagak adalah salah satu hewan paling cerdas di bumi yang memiliki kesadaran sosial tinggi, termasuk ritual terhadap kematian kelompoknya.
Melihat pemandangan alamiah itu, Qabil langsung tersadar dari kelalaiannya dan merasa sangat menyesal atas kebodohan yang telah ia perbuat.
Ia meratapi dirinya seraya berkata: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" (QS. Al-Ma`idah: 31).
Melalui perantara burung gagak tersebut, Allah SWT secara resmi meletakkan dasar hukum syariat mengenai tata cara pemakaman jenazah bagi anak cucu Adam.
Perbuatan keji Qabil ini juga menjadi perhatian serius dalam ajaran Islam karena menjadi preseden buruk bagi dosa pembunuhan setelahnya.
Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada satu jiwa pun yang terbunuh secara zalim, melainkan anak Adam yang pertama (Qabil) ikut menanggung bagian dari dosa darah tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim).
Kisah burung gagak ini pada akhirnya mengajarkan umat manusia untuk selalu menjaga kehormatan jasad seorang muslim dengan cara menguburkannya secara layak ke dalam bumi.