Ilustrasi Alquran dan sunnah
Terasmuslim.com - Mengaku beragama Islam tanpa menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pedoman hidup ibarat berjalan dalam gelap tanpa cahaya. Islam bukan sekadar identitas atau pengakuan lisan, melainkan tuntunan yang menyeluruh dalam setiap aspek kehidupan. Ketika seorang Muslim mengabaikan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah ﷺ, ia sedang menjauh dari inti ajaran Islam yang hakiki.
Allah ﷻ berfirman dalam surat An-Nur ayat 54, “Katakanlah: Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul itu hanya apa yang dibebankan kepadanya.” Ayat ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada Allah tidak bisa dipisahkan dari ketaatan kepada Rasulullah ﷺ. Keduanya adalah sumber hukum utama dalam Islam.
Sementara itu, Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Muslim: “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara; kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah dan sunnahku.” Hadits ini dengan tegas menekankan bahwa keselamatan umat Islam terletak pada konsistensi dalam mengikuti Al-Qur’an dan sunnah. Mengabaikannya sama saja dengan membuka jalan menuju kesesatan.
Fenomena beragama secara nominal mengaku Muslim tetapi tidak shalat, tidak menutup aurat, abai terhadap halal dan haram, bahkan enggan mempelajari ajaran Rasulullah merupakan bentuk pengikisan iman secara perlahan. Islam bukan hanya ritual, melainkan juga akhlak, muamalah, dan kesungguhan dalam meneladani Rasulullah ﷺ.
Para ulama memperingatkan bahwa orang yang mengaku beragama tapi tidak menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai rujukan, maka amalnya terancam tertolak. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”
Akibat tidak berpegang teguh pada ajaran Rasulullah juga sangat nyata dalam kehidupan sosial. Munculnya kebingungan moral, penyimpangan akidah, dan kerusakan sosial sering kali berakar pada jauhnya umat dari ajaran Al-Qur’an dan sunnah. Mereka yang mengikuti hawa nafsu atau menyesuaikan agama dengan keinginan pribadi akan kehilangan arah dalam beragama.
Oleh karena itu, seorang Muslim sejati harus senantiasa mengoreksi diri: sudahkah Al-Qur’an menjadi bacaan harian? Sudahkah sunnah Nabi menjadi pedoman hidup, bukan sekadar cerita masa lalu? Jika belum, maka sudah saatnya kembali kepada dua warisan agung itu, sebelum hati menjadi keras dan jauh dari cahaya petunjuk.
Islam bukan agama warisan atau formalitas. Ia adalah jalan hidup yang memerlukan ilmu, keyakinan, dan ketundukan kepada wahyu. Tanpa berpegang kepada Al-Qur’an dan sunnah, seseorang bisa terseret dalam fitnah dunia dan tipu daya setan. Maka, kembalilah kepada keduanya, karena di sanalah keselamatan dan petunjuk sejati berada.