• KEISLAMAN

Kenali Mahram dan Bukan Mahram

Yahya Sukamdani | Kamis, 17/07/2025
Kenali Mahram dan Bukan Mahram Ilustrasi mahram dan bukan mahram dalam keluarga

Terasmuslim.com – Dalam Islam, memahami siapa saja yang termasuk mahram dan bukan mahram bukan sekadar pengetahuan agama, tapi juga menjadi dasar penting dalam menjaga batas pergaulan dan kehormatan diri. Mahram adalah orang yang haram dinikahi secara permanen karena hubungan darah, persusuan, atau pernikahan. Sementara itu, bukan mahram adalah orang yang secara hukum boleh dinikahi dan karenanya wajib dijaga batas interaksinya.

Siapa Saja yang Termasuk Mahram?

Menurut syariat Islam, berikut adalah kelompok yang termasuk mahram:

  • Karena hubungan darah (nasab): ayah, kakek, anak laki-laki, cucu, saudara kandung, keponakan, dan paman dari pihak ayah atau ibu.
  • Karena persusuan (radha’ah): ibu susu, ayah susu, dan saudara sesusuan. Syaratnya, bayi disusui minimal lima kali sebelum usia dua tahun.
  • Karena pernikahan (mushaharah): ayah mertua, ibu mertua, menantu, ibu tiri, dan anak tiri yang ibunya telah digauli.

Dengan orang-orang ini, wanita tidak wajib berhijab di hadapannya dan boleh berinteraksi tanpa kekhawatiran syar’i, selama dalam batas kesopanan.

Bukan mahram, tapi sering dianggap seperti keluarga tapi sering dianggap dekat namun sebenarnya bukan mahram, antara lain:

  • Ipar (suami/istri dari saudara kandung)
  • Sepupu (anak dari paman atau bibi)
  • Anak angkat (jika tidak melalui persusuan)
  • Saudara ipar dan mertua jauh
  • Teman kerja lawan jenis

Dengan mereka, tetap berlaku larangan seperti bersentuhan fisik, berduaan (khalwat), dan membuka aurat.

Islam mengajarkan adab dan batasan pergaulan untuk menjaga kehormatan pribadi dan keluarga. Rasulullah ﷺ bahkan mengingatkan, “Ipar adalah maut,” untuk menekankan betapa bahayanya interaksi bebas dengan orang yang bukan mahram namun sering dianggap aman.

Dengan mengetahui siapa mahram dan siapa bukan, umat Muslim bisa lebih berhati-hati dalam bergaul, menjaga diri dari fitnah, serta membangun lingkungan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.