Mahram merupakan orang yang haram dinikahi karena hubungan nasab, sementara muhrim adalah orang yang sedang berada dalam keadaan ihram
Fenomena sewa mahram, simak penjelasan hukumnya agar ibadah tetap mabrur.
Simak tinjauan syariat dan aturan terbaru wanita haji tanpa mahram.
Aturan mengenai siapa saja yang haram dinikahi (Mahram) telah diatur secara dalam Al-Qur`an, tepatnya pada Surah An-Nisa ayat 23.
Larangan safar wanita tanpa mahram mengandung hikmah menjaga kehormatan, keamanan, dan kemuliaan diri
Masuknya kerabat non-mahram bisa jadi celah fitnah jika tanpa batasan syariat yang jelas.
Menikah dengan sepupu dibolehkan dalam Islam, pahami batasan mahram dan hukum syariat dengan benar
Memahami mahram penting agar silaturahmi Idul Fitri tetap dalam batas syariat yang benar
Mahram ditetapkan karena nasab, persusuan, dan pernikahan. Aturan ini menjaga kehormatan dan batasan pergaulan sesuai syariat Islam.
Ustadz Adi Hidayat atau UAH menanggapi pertanyaan terkait bagaimana hukum menfasuh anak yang masih memiliki orang tua kandung, dan apakah keluarga yang merawatnya menanggung pahala atau justru dosa.
Kesalahan pemahaman bisa menimbulkan kesalahan dalam praktik ibadah maupun dalam batasan sosial.
Islam membagi hubungan keluarga menjadi dua kategori utama, mahram dan bukan mahram.
Islam mengajarkan adab dan batasan pergaulan untuk menjaga kehormatan pribadi dan keluarga.
Beberapa tahun terakhir, pemerintah Arab Saudi mulai melonggarkan aturan, terutama untuk umrah. Perempuan bisa berangkat tanpa mahram, asal bersama rombongan/travel resmi
Bagi wanita yang ingin berhaji atau umrah tanpa mahram, sebaiknya berkonsultasi dengan ustadz atau otoritas agama setempat untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan keyakinan dan keadaan masing-masing
Istilah muhrim dan mahram sering disalahartikan sebagai hal yang sama.
Mahram dan non-mahram mengacu pada hubungan seseorang dengan orang lain terkait hukum interaksi, seperti boleh bersentuhan, menampakkan aurat, atau menikah.