• KEISLAMAN

Mengenal Muhrim dan Mahram dalam Islam, Jangan Sampai Keliru

Yahya Sukamdani | Kamis, 17/07/2025
Mengenal Muhrim dan Mahram dalam Islam, Jangan Sampai Keliru Ilustrasi muhrim dan mahram

Terasmuslim.com – Istilah muhrim dan mahram kerap digunakan secara bergantian dalam percakapan sehari-hari, terutama saat membahas ibadah haji dan pergaulan antar lawan jenis. Padahal, keduanya memiliki arti yang sangat berbeda dalam syariat Islam. Kesalahan pemahaman bisa menimbulkan kesalahan dalam praktik ibadah maupun dalam batasan sosial.

Mahram: Orang yang haram dinikahi

Dalam Islam, mahram adalah orang yang haram dinikahi secara permanen karena hubungan darah, persusuan, atau pernikahan. Dengan mahram, seorang Muslim atau Muslimah diperbolehkan berinteraksi tanpa hijab atau larangan syar’i tertentu, selama tetap menjaga adab.

Contoh orang yang termasuk mahram bagi wanita antara lain:

  • Ayah kandung, anak laki-laki, saudara laki-laki, kakek, dan paman
  • Keponakan laki-laki (anak dari saudara)
  • Ayah mertua, menantu, anak tiri (jika ibunya telah digauli)
  • Saudara sesusuan, ayah dan ibu susu

Mahram juga menjadi syarat penting dalam ibadah haji dan umrah bagi wanita. Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian sejauh sehari semalam kecuali bersama mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Muhrim: status orang yang ihram

Berbeda dengan mahram, muhrim adalah istilah untuk seseorang yang telah memasuki keadaan ihram, yaitu niat dan kondisi suci untuk memulai ibadah haji atau umrah. Baik laki-laki maupun perempuan yang telah berniat dan mengenakan pakaian ihram disebut muhrim.

Contoh penggunaan yang tepat:
“Setelah melewati miqat, jemaah laki-laki telah menjadi muhrim dan wajib menjaga larangan ihram.”

Sering kali, masyarakat salah menyebut "muhrim" ketika yang dimaksud adalah "mahram", seperti dalam kalimat: “Saya ke Mekah ditemani muhrim saya.” Padahal, maksud sebenarnya adalah mahram, bukan muhrim.

Pentingnya memahami perbedaan

Meski terdengar mirip, perbedaan antara muhrim dan mahram sangat penting untuk dipahami. Mahram berkaitan dengan hubungan antar individu dan batas pergaulan, sementara muhrim berkaitan dengan status ibadah seseorang saat melaksanakan haji atau umrah.

Dengan memahami istilah ini secara benar, umat Muslim diharapkan dapat lebih teliti dalam praktik ibadah dan menjaga adab pergaulan sesuai tuntunan Islam.

Keywords :