• KEISLAMAN

Apa Itu Puasa Tasu`a? Ini Sejarahnya dan Keutamaannya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Selasa, 01/07/2025
Apa Itu Puasa Tasu`a? Ini Sejarahnya dan Keutamaannya Ilustrasi - ini sejarah dan keutamaan puasa Tasu`a (Foto:viva)

Jakarta, Terasmuslim.com - Menjelang datangnya bulan Muharram, umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menjalankan amalan-amalan sunnah yang dianjurkan.

Salah satunya adalah puasa Tasu`a, yang jatuh pada tanggal 9 Muharram dalam kalender Hijriyah, sehari sebelum puasa Asyura.

Puasa Tasu`a merupakan salah satu bentuk ibadah sunnah yang memiliki nilai spiritual tinggi. Nama "Tasu`a" berasal dari bahasa Arab tâsi`a, yang berarti "sembilan", merujuk pada tanggal pelaksanaannya yaitu 9 Muharram.

Puasa ini dianjurkan Nabi Muhammad SAW sebagai pendamping puasa Asyura yang dilakukan pada 10 Muharram.

Dalam sejumlah hadis, puasa Asyura awalnya dilakukan oleh kaum Yahudi sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun. Nabi Muhammad SAW, ketika tiba di Madinah, mendapati mereka berpuasa pada hari itu dan berkata:

"Aku lebih berhak terhadap Musa daripada mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau pun ikut berpuasa pada 10 Muharram dan menganjurkan para sahabatnya untuk melakukannya. Namun, agar tidak menyerupai tradisi kaum Yahudi, Rasulullah SAW menyatakan niatnya untuk menambahkan satu hari sebelumnya, yakni pada 9 Muharram, sebagai pembeda. Maka, puasa Tasu`a pun menjadi sunnah yang sangat dianjurkan.

“Jika aku masih hidup hingga tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu`a).” (HR. Muslim)

Meskipun keutamaan terbesar disebutkan pada puasa Asyura, yaitu menghapus dosa setahun sebelumnya, puasa Tasu`a juga memiliki banyak nilai kebaikan.

Menjalankan puasa ini menunjukkan komitmen untuk mengikuti sunnah Nabi, menjauhkan diri dari sikap meniru kaum lain secara membabi buta, serta memperbanyak ibadah di bulan yang disucikan Allah.

Selain itu, bulan Muharram sendiri disebut sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, di mana amal ibadah dilipatgandakan pahalanya.