Ilustrasi foto alam semesta ciptaan Allah
Terasmuslim.com - Al-Qur`an bukan sekadar kitab hukum, melainkan mukjizat ilmiah yang merekam rahasia semesta jauh sebelum teknologi modern lahir.
Sebagai media Islami, kita diajak merenungkan tujuh fenomena alam yang kebenarannya baru terungkap oleh sains di abad modern.
Fenomena pertama adalah teori perluasan alam semesta (expanding universe) yang secara menakjubkan telah diisyaratkan sejak abad ke-7 masehi.
"Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (QS. Adz-Dzariyat: 47).
Kedua, Al-Qur`an menjelaskan bahwa gunung-gunung berfungsi sebagai pasak bumi untuk menjaga kestabilan permukaan planet dari guncangan.
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS. An-Naba`: 6-7).
Ketiga adalah fenomena pertemuan dua air laut yang tidak menyatu karena adanya dinding pembatas alami, seperti di Selat Gibraltar.
"Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing." (QS. Ar-Rahman: 19-20).
Keempat, fakta ilmiah mengenai kegelapan di dasar lautan dalam dan gelombang berlapis kini menjadi bukti otentik kebenaran firman-Nya.
"Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di laut yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang..." (QS. An-Nur: 40).
Kelima, Al-Qur`an secara spesifik menyebutkan bahwa besi bukan berasal dari bumi, melainkan diturunkan langsung dari luar angkasa.
"...Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia..." (QS. Al-Hadid: 25).
Keenam adalah fakta bahwa atmosfer bumi berfungsi sebagai atap pelindung yang menjaga makhluk hidup dari ancaman radiasi mematikan.
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (QS. Al-Anbiya: 32).
Ketujuh, tahapan penciptaan embrio manusia dalam rahim ibu digambarkan secara sangat detail dan runtut tanpa ada satu pun kesalahan medis.
Terkait mukjizat ilmiah ini, sebuah hadits shahih mengingatkan kita untuk selalu mengagumi tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menurunkan ayat-ayat ini (tentang alam) agar kalian merenungkannya." (HR. Bukhari).
Melalui ketujuh fenomena sains ini, semakin jelas bahwa Al-Qur`an adalah wahyu murni yang mustahil ditulis oleh seorang manusia biasa.