• SOSOK

Nabi Isa AS akan Turun di Akhir Zaman, Ini Misinya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 18/06/2025
Nabi Isa AS akan Turun di Akhir Zaman, Ini Misinya Ilustrasi - Nabi Isa AS yang akan turun ke bumi untuk menegakkan keadilan bersama Imam Mahdi (Foto: Ist)

Jakarta, Terasmuslim.com - Dalam keyakinan Islam, Nabi Isa AS yang dikenal pula dalam tradisi Kristen sebagai Yesus tidaklah wafat, melainkan diangkat ke langit oleh Allah SWT.

Keyakinan ini ditegaskan dalam Al-Qur`an, di mana Allah menyatakan bahwa Isa AS diselamatkan dari upaya penyaliban dan diangkat-Nya ke langit.

Namun, ajaran Islam juga menyebutkan bahwa Nabi Isa AS akan kembali diturunkan ke bumi menjelang akhir zaman. Kedatangannya kelak bukan sebagai nabi baru, melainkan sebagai pengikut ajaran Nabi Muhammad SAW dan pendukung Imam Mahdi dalam menghadapi berbagai tantangan akhir zaman, khususnya Dajjal.

Kembalinya Nabi Isa AS merupakan bagian dari tanda-tanda besar menjelang kiamat. Dalam hadis shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh akan turun kepada kalian Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil. Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Dan harta akan melimpah hingga tidak seorang pun yang mau menerima zakat."
(HR. Bukhari no. 2222 dan Muslim no. 155)

Dalam hadis ini dijelaskan bahwa misi Nabi Isa AS ketika kembali ke bumi adalah menegakkan keadilan, memurnikan ajaran tauhid dari penyimpangan, dan membantu Imam Mahdi dalam memimpin umat Islam.

Di antara tugas utamanya adalah menghancurkan salib sebagai simbol penyimpangan akidah yang menganggapnya sebagai anak Tuhan dan membunuh babi yang secara simbolik menandakan berakhirnya praktik-praktik yang diharamkan oleh syariat.

Salah satu misi terpenting Nabi Isa AS adalah membunuh Dajjal, sosok fitnah terbesar yang akan muncul di akhir zaman. Dalam riwayat Muslim disebutkan:

“Dajjal akan keluar, kemudian Allah mengutus Isa bin Maryam. Ia akan turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, dengan mengenakan dua pakaian yang dicelup dan meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat. Apabila ia menundukkan kepala, maka air menetes darinya, dan apabila ia mengangkat kepala maka akan memancarkan seperti mutiara. Tidak ada seorang kafir pun yang menghirup bau nafasnya kecuali akan mati. Nafasnya sejauh mata memandang. Isa akan mencari Dajjal hingga menemuinya di gerbang Ludd, kemudian membunuhnya.”
(HR. Muslim no. 2937)

Turunnya Nabi Isa AS juga akan menandai masa keemasan Islam sebelum datangnya hari kiamat. Dalam masa tersebut, umat manusia akan hidup dalam keadilan, kedamaian, dan kemakmuran.

Tidak akan ada lagi perang, permusuhan, atau penindasan. Harta menjadi melimpah ruah dan tidak ada lagi yang membutuhkan zakat karena kemakmuran merata.

Dalam proses tersebut, Nabi Isa AS tidak membawa syariat baru. Ia mengikuti hukum Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Isa AS akan shalat bersama umat Islam dan memerintah dengan keadilan.

Bahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Isa AS menolak untuk menjadi imam shalat dan meminta Imam Mahdi yang menjadi imam, sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Muhammad SAW:

"Imam mereka (kaum Muslimin) adalah seorang laki-laki saleh dari kalangan mereka (Imam Mahdi), lalu Isa bin Maryam turun. Kemudian Imam itu berkata kepada Isa: `Majulah dan shalatlah menjadi imam kami`. Isa menjawab: `Tidak, sebagian kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lain, sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat ini.`"
(HR. Abu Dawud no. 247; dinilai shahih oleh Al-Albani)

Turunnya Nabi Isa AS bukanlah simbol reinkarnasi atau penebusan, melainkan bagian dari rencana besar Allah SWT untuk menegakkan keadilan, menumpas kekufuran, serta mempersiapkan dunia menghadapi hari kiamat.

Dengan hadirnya kembali Nabi Isa AS ke dunia, umat Islam diajak untuk memperkuat keimanan dan kesiapan menghadapi akhir zaman. Bukan dengan ketakutan, tetapi dengan penguatan akidah dan amal saleh.

Karena pada akhirnya, yang akan selamat dari fitnah besar akhir zaman hanyalah mereka yang teguh dalam tauhid dan berada di jalan yang diridhai Allah SWT.