Ilustrasi makan pakai tangan kanan (Foto: AI)
Terasmuslim.com - Di era modern ini, makan dengan sendok dan alat bantu lain menjadi hal yang lazim. Namun dalam Islam, terdapat anjuran yang kuat untuk makan menggunakan tangan, terutama tangan kanan. Praktik ini bukan sekadar tradisi Arab, melainkan termasuk sunnah Rasulullah ﷺ yang mencerminkan kesederhanaan, adab, dan kepatuhan pada ajaran Islam.
Islam mengajarkan bahwa segala aktivitas, termasuk makan, memiliki aturan dan etika tersendiri. Dengan makan menggunakan tangan, seseorang tidak hanya mengikuti sunnah, tetapi juga memperoleh berbagai manfaat kesehatan dan spiritual.
Anjuran ini bukan berarti melarang penggunaan sendok, namun memberikan tuntunan adab terbaik yang diajarkan oleh Nabi ﷺ kepada umatnya.
1. Rasulullah SAW makan dengan tangan
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan:
“Rasulullah SAW biasa makan dengan tiga jari (tangan kanan), dan beliau menjilatinya sebelum membersihkannya.”
(HR. Muslim no. 2032)
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad secara aktif menggunakan tangan kanan dan tidak menggunakan alat bantu untuk makan.
2. Anjuran menggunakan tangan kanan
Islam sangat menekankan untuk menggunakan tangan kanan dalam aktivitas mulia, termasuk makan dan minum. Rasulullah bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya. Dan jika ia minum, minumlah dengan tangan kanannya, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya."
(HR. Muslim no. 2020)
Ini menandakan pentingnya niat dan adab dalam setiap perbuatan, termasuk makan.
3. Adab dan kesopanan dalam makan
Makan dengan tangan dalam Islam tidak asal-asalan. Nabi ﷺ mencontohkan makan dengan tiga jari, mengambil makanan yang terdekat, tidak meniup makanan panas, serta tidak mencela makanan.
Makan dengan tangan juga menciptakan koneksi batin dan kesadaran terhadap makanan yang disantap, berbeda dengan alat yang membuat hubungan terasa lebih mekanis.
4. Nilai kesederhanaan dan keberkahan
Menggunakan tangan untuk makan adalah cerminan dari kesederhanaan hidup Rasulullah ﷺ, yang menjadi teladan dalam segala hal. Dalam makanan yang disentuh dengan tangan, terdapat keberkahan yang bisa hilang jika dilalui secara berlebihan atau sombong.
5. Perspektif kesehatan
Beberapa penelitian kontemporer menyebutkan bahwa makan dengan tangan dapat merangsang sistem pencernaan, karena tubuh bersiap mencerna makanan sejak tangan menyentuh makanan. Makan dengan tangan juga melibatkan kesadaran penuh (mindful eating) dan lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah peralatan makan sekali pakai.
6. Bukan larangan menggunakan sendok
Meski Islam menganjurkan makan dengan tangan, menggunakan sendok atau alat makan lain tidak dilarang, apalagi dalam kondisi yang membutuhkan, seperti makanan berkuah, atau dalam situasi yang menuntut kebersihan dan formalitas. Yang terpenting adalah tetap menggunakan tangan kanan dan menjaga adab.
Makan dengan tangan adalah bagian kecil dari sunnah yang mudah diamalkan namun memiliki banyak hikmah. Dengan niat mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW, kita bisa memperoleh keberkahan dalam setiap suapan makanan. Adab ini juga melatih kesederhanaan, syukur, dan kesadaran diri terhadap nikmat yang Allah berikan.
"Sesungguhnya dalam diri Rasulullah itu terdapat teladan yang baik bagi kalian."
(QS. Al-Ahzab: 21)