Mengenal makanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat berdasarkan riwayat hadits dan sejarah.
Makan berlebihan saat berbuka puasa dapat mengganggu kesehatan dan bertentangan dengan tuntunan sunnah Nabi.
Akhlak mulia Nabi SAW saat menghadapi makanan yang tidak disukai.
Al-Qur`an gambarkan makanan neraka sebagai azab mengerikan dan penuh peringatan
Hampir di setiap rumah, masjid, hingga acara berbuka bersama, kurma selalu hadir di meja makan.
Sunnah berbuka Nabi dengan kurma, bukan sekadar rasa manis semata.
Sunnah Nabi makan kurma ganjil, dalilnya jelas dan shahih.
Makanan sisa berpotensi menjadi food waste atau sampah makanan yang berdampak buruk bagi lingkungan
Imsak bukanlah awal puasa, melainkan penanda persiapan.
Berbicara saat makan sering dianggap melanggar etika. Namun hadits Nabi SAW menunjukkan bahwa ngobrol saat makan dibolehkan dalam Islam selama menjaga adab dan ucapan.
Dalam beberapa riwayat hadis, Rasulullah SAW disebutkan lebih sering makan dan minum dalam posisi duduk
Islam tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga pola makan yang menyehatkan. Konsep halal, thayyib, dan keseimbangan menjadikan makanan sebagai sarana menjaga kesehatan tubuh dan kejernihan jiwa.
Aktivitas makan dan minum yang tampak biasa dapat bernilai ibadah jika disertai niat yang benar dan adab sesuai tuntunan Islam.
Sedekah di bulan Ramadhan menjadi amal istimewa yang melipatgandakan pahala dan menguatkan kepedulian sosial umat.
Rasulullah ﷺ mengajarkan pola makan dan minum yang seimbang, tidak berlebihan, serta sarat nilai ibadah dan kesehatan.
Berbagi makanan saat momen bahagia seperti kelahiran, pernikahan, atau keberhasilan tertentu sering dilakukan umat Islam. Lalu, bagaimana hukumnya menurut Al-Qur`an dan sunnah Rasulullah SAW?
Menyakiti orang dengan makanan berbahaya adalah dosa besar.
Makanan yang lezat belum tentu membawa keberkahan.
Adab makan-minum sesuai tuntunan Al-Quran dan Sunnah.
Rasulullah SAW mengajarkan adab makan yang bukan hanya menyehatkan, tetapi juga penuh keberkahan dan nilai ibadah.