Ilustrasi - makanan yang sehat dan bergizi (Foto: Pexels/Sami Abdullah)
Terasmuslim.com - Islam memandang makanan sebagai nikmat sekaligus amanah dari Allah yang harus dijaga. Al-Qur’an menegaskan: “Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik (thayyib).” (QS. Al-Baqarah: 168). Kata halal menunjukkan kejelasan hukum, sedangkan thayyib bermakna baik, bersih, dan menyehatkan. Ini menjadi prinsip utama dalam konsep makanan sehat menurut Islam.
Rasulullah SAW mencontohkan pola makan yang sederhana dan seimbang. Beliau tidak pernah berlebihan dalam makan dan minum. Dalam hadis disebutkan: “Tidak ada wadah yang lebih buruk yang diisi oleh manusia selain perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menjadi dasar penting dalam menjaga porsi makan agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit.
Islam juga menganjurkan konsumsi makanan yang memiliki manfaat kesehatan. Beberapa makanan bahkan disebut langsung dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti kurma, madu, susu, dan zaitun. Allah berfirman tentang madu: “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat bagi manusia.” (QS. An-Nahl: 69). Ini menunjukkan bahwa Islam selaras dengan prinsip kesehatan dan pengobatan alami.
Selain jenis makanan, Islam menekankan adab makan yang berdampak pada kesehatan jasmani dan rohani. Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, dan berhenti sebelum kenyang. Beliau bersabda: “Makanlah dengan tangan kananmu dan minumlah dengan tangan kananmu.” (HR. Muslim). Adab-adab ini melatih kesadaran, kedisiplinan, dan menjaga keberkahan makanan.
Pada akhirnya, makanan sehat dalam Islam bukan hanya tentang gizi, tetapi juga tentang keberkahan dan tanggung jawab spiritual. Allah melarang sikap berlebih-lebihan dalam konsumsi: “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan.” (QS. Al-A‘raf: 31). Dengan mengikuti tuntunan Islam dalam makan, seorang Muslim menjaga kesehatannya sekaligus menunaikan bentuk syukur atas nikmat Allah.