• KEISLAMAN

Memilih Gaya Hidup Sederhana Saat Mampu Finansial

Yahya Sukamdani | Senin, 08/06/2026
Memilih Gaya Hidup Sederhana Saat Mampu Finansial Ilustrasi foto gaya hidup hemat atau frugal living yang dianjurkan dalam Islam (Foto: Pexels/Towfiqu barbhuiya)

Terasmuslim.com - Kemudahan finansial di era modern sering kali menjebak manusia ke dalam lingkaran konsumtif yang tiada habisnya.

Bagi seorang Muslim, kelimpahan materi bukanlah lampu hijau untuk pamer kemewahan dan hidup berfoya-foya.

Memilih hidup bersahaja di saat mampu membeli segalanya adalah cerminan dari kematangan iman yang sejati.

Islam mengajarkan kita untuk mengambil jalan tengah dalam membelanjakan harta tanpa bersikap kikir maupun berlebihan.

"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (QS. Al-Furqan: 67).

Al-Qur`an memuji sikap proporsional ini sebagai salah satu karakter utama dari hamba-hamba Allah yang bertakwa.

Kesederhanaan bukanlah simbol kemiskinan, melainkan wujud kendali diri agar tidak diperbudak oleh gemerlap duniawi.

Rasulullah SAW telah memberikan teladan tertinggi bagaimana beliau tetap hidup sangat bersahaja meski berstatus pemimpin umat.

"Sungguh beruntung orang yang pasrah diri (masuk Islam), diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qana`ah terhadap apa yang diberikan-Nya." (HR. Muslim).

Sikap qana`ah atau merasa cukup inilah yang menjadi benteng utama dari penyakit rakus dan pamer kemewahan.

Ketika kemudahan finansial digunakan untuk menyokong ketaatan, maka harta tersebut telah memenuhi fungsi terbaiknya.

Gaya hidup minimalis islami mengajak kita mengalihkan fokus dari menumpuk barang menjadi menumpuk amal jariyah.

Membatasi diri dari kemewahan yang tidak perlu juga akan meringankan beban pertanggungjawaban kita di akhirat kelak.

Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, tempat kita mengumpulkan bekal untuk perjalanan abadi yang sesungguhnya.

Menjaga kesederhanaan di tengah kelimpahan adalah cara cerdas untuk menjaga hati agar tetap terpaut pada sang Pencipta.

Semoga Allah menganugerahkan kita hati yang selalu bersyukur dan jiwa yang lapang dalam kesederhanaan.