• KEISLAMAN

Wajib Tahu! Ini Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Jum'at, 16/05/2025
Wajib Tahu! Ini Cara Menyembelih Hewan Kurban yang Benar Ilustrasi penyembelihan hewan kurban (Foto: kompas)

Terasmuslim.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam di seluruh dunia bersiap melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Di balik makna spiritual yang dalam, proses penyembelihan hewan kurban juga memerlukan pemahaman dan pelaksanaan yang sesuai dengan syariat Islam. 

Hal ini penting agar ibadah yang dijalankan tidak hanya sah secara hukum agama, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap makhluk hidup dan nilai-nilai kemanusiaan.

Penyembelihan hewan kurban harus dilakukan oleh seorang Muslim yang berakal dan telah dewasa, serta memahami tata cara penyembelihan yang benar. Hewan yang disembelih merupakan hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, atau unta, dengan syarat telah cukup umur dan dalam kondisi sehat. Hewan yang cacat, terlalu kurus, atau sakit tidak sah untuk dijadikan kurban.

Sebelum penyembelihan, hewan diarahkan ke kiblat dan diletakkan dengan posisi sisi kiri di bawah. Orang yang akan menyembelih disunnahkan membaca basmalah, takbir, dan doa kurban sebagai bentuk pengagungan kepada Allah. 

Dengan menggunakan pisau yang sangat tajam, penyembelihan dilakukan secara cepat pada bagian leher untuk memutus saluran pernapasan, saluran makanan, serta dua urat nadi utama. Proses ini bertujuan agar hewan tidak merasakan sakit yang berkepanjangan dan darah bisa keluar dengan sempurna.

Setelah disembelih, hewan harus dibiarkan beberapa saat hingga benar-benar mati sebelum dikuliti atau dipotong bagian tubuhnya. Ini merupakan bentuk penghormatan terhadap hewan yang telah menjadi sarana ibadah. Dalam Islam, meskipun menyembelih hewan adalah ibadah, namun harus tetap dilakukan dengan belas kasih dan tidak dengan cara yang menyiksa.

Pembagian daging kurban dilakukan dengan membaginya kepada fakir miskin, tetangga, kerabat, serta boleh juga bagi pihak yang berkurban. Namun, daging tidak boleh diperjualbelikan, dan bagian seperti kulit juga tidak boleh dijadikan sebagai upah bagi penyembelih.

Dengan memahami dan menerapkan cara penyembelihan hewan kurban secara benar, umat Islam tidak hanya menjalankan ibadah dengan sah, tetapi juga turut menjaga nilai-nilai kasih sayang dan etika terhadap makhluk ciptaan Allah. Ibadah kurban pun menjadi lebih bermakna, baik secara spiritual maupun sosial.