Ilustrasi (Foto: detik)
Terasmuslim.com - Masjidil Haram di Makkah tak pernah sepi, siang maupun malam. Di balik ramainya jutaan jamaah yang beribadah, ada keajaiban yang jarang disadari, aliran listrik yang tak pernah padam.
Bagaimana mungkin listrik di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bisa terus stabil tanpa gangguan? Jawabannya terletak pada sistem kelistrikan luar biasa yang mengandalkan teknologi modern dan manajemen yang disiplin.
Melansir dari kanal YouTube @islamitumenakjubkan, sistem kelistrikan dua masjid suci ini dikelola dengan sangat profesional. Terdapat 12 gardu induk besar yang saling terhubung, menjadi tulang punggung pasokan listrik yang tak terputus.
Ratusan ribu alat listrik dan mekanik lebih dari 250.000 unit bergantung pada pasokan ini. Mulai dari sistem pengeras suara, lift, eskalator, hingga pendingin ruangan, semuanya disuplai energi secara terus-menerus.
Untuk penerangan, lebih dari 120.000 lampu dipasang di seluruh area masjid: di halaman, di atap, bahkan di menara-menara yang menjulang. Lampu-lampu ini memastikan setiap sudut masjid terang benderang, menunjang ibadah siang dan malam.
Semua operasional kelistrikan ini diawasi ketat oleh Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Mereka menjalankan pusat kendali canggih yang aktif 24 jam, memonitor seluruh perangkat listrik dari satu tempat.
Petugas teknis yang berpengalaman siaga setiap saat untuk mengatasi kemungkinan gangguan. Pemeriksaan rutin pun dilakukan tiap pekan demi memastikan semua jalur listrik dan generator dalam kondisi prima.
Pasokan utama listrik ke Makkah dan Madinah berasal dari pembangkit besar di Suwaiba dan Rabigh, yang menggunakan kombinasi teknologi gas, uap, serta tenaga air untuk menghasilkan energi dalam skala masif.
Menariknya, sebagian pembangkit listrik kini mulai menggunakan energi terbarukan. Panel surya telah dipasang di beberapa lokasi, menghasilkan listrik bersih dan menjadi bagian dari upaya Arab Saudi menuju energi berkelanjutan.
Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan, sejalan dengan visi modernisasi tanpa mengorbankan nilai-nilai suci.
Masjidil Haram dan Masjid Nabawi membuktikan bahwa tempat ibadah modern dapat menggabungkan kemajuan teknologi dengan semangat pengabdian. Setiap watt listrik yang mengalir di sana adalah h