• KEISLAMAN

Runtuhnya Sebuah Negeri, Ini Penyebabnya Menurut Hadis Rasulullah

Yahya Sukamdani | Senin, 04/08/2025
Runtuhnya Sebuah Negeri, Ini Penyebabnya Menurut Hadis Rasulullah Ilustrasi negara hancur

Terasmuslim.com - Rasulullah ﷺ telah memberikan berbagai peringatan mengenai tanda-tanda kehancuran suatu bangsa atau negara. Dalam hadis-hadisnya, Nabi Muhammad tidak hanya menyoroti faktor-faktor moral dan spiritual, tetapi juga memaparkan kondisi sosial-politik yang bisa menjadi penyebab runtuhnya sebuah peradaban.

Salah satu peringatan keras Rasulullah ﷺ adalah soal pengabaian terhadap amanah dan kompetensi. Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi bersabda, “Jika suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” Hadis ini menegaskan bahwa salah satu awal dari kehancuran adalah ketika jabatan atau tanggung jawab diserahkan kepada orang yang tidak layak.

Tak hanya itu, Rasulullah ﷺ juga mengingatkan tentang merajalelanya korupsi dan hilangnya kejujuran. Dalam hadis lain disebutkan, akan datang masa di mana orang yang jujur dianggap pembohong, dan pengkhianat justru dipercaya. Situasi ini menunjukkan kerusakan sistem sosial dan runtuhnya nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

Ketidakadilan dalam penegakan hukum juga menjadi sorotan. Rasulullah menyebut, kehancuran umat terdahulu terjadi karena hukum hanya ditegakkan kepada rakyat kecil, sementara para elite dibiarkan bebas dari sanksi. Ketika hukum menjadi alat kekuasaan, bukan keadilan, maka kehancuran hanyalah soal waktu.

Selain faktor-faktor struktural, Rasulullah ﷺ juga menyinggung aspek spiritual masyarakat. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Nabi memperingatkan agar umat Islam selalu menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Jika peringatan terhadap kemungkaran ditinggalkan, maka azab bisa datang kepada seluruh masyarakat, bukan hanya pelaku maksiatnya.

Kepemimpinan yang lemah juga tak luput dari peringatan. Nabi menyebut tentang munculnya “ruwaibidhah”, yaitu orang bodoh yang bicara tentang urusan publik dan memimpin umat. Hal ini mencerminkan betapa berbahayanya kondisi negara ketika dipegang oleh pemimpin yang tidak memiliki kapasitas dan integritas.

Di antara faktor paling krusial adalah cinta dunia dan takut mati. Rasulullah menggambarkan umat yang banyak jumlahnya, tetapi tak lagi ditakuti oleh musuh karena terlalu mencintai dunia dan kehilangan semangat perjuangan. Dalam kondisi seperti ini, kehancuran bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam jiwa umat itu sendiri.

Berbagai hadis ini menjadi peringatan serius bahwa kehancuran sebuah negara atau masyarakat bukan terjadi secara tiba-tiba. Ia adalah hasil dari akumulasi krisis akhlak, lemahnya kepemimpinan, rusaknya sistem hukum, dan jauhnya masyarakat dari nilai-nilai kebenaran.

Kembali kepada nilai-nilai Islam, menegakkan keadilan, dan menjaga integritas bersama adalah kunci mempertahankan tegaknya bangsa.