
Ilustrasi - bulan Safar (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharram.
Selama berabad-abad, sebagian masyarakat masih mengaitkan bulan ini dengan berbagai mitos, seperti datangnya kesialan atau musibah.
Padahal, anggapan tersebut telah dibantah langsung oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
Artinya: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada keyakinan terhadap burung hantu, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim).
Justru dalam catatan sejarah Islam, Bulan Safar menjadi saksi berbagai peristiwa besar yang memiliki pengaruh penting terhadap perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan perkembangan peradaban Islam.
Salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam adalah dimulainya hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah.
Menurut banyak riwayat sejarah, Rasulullah SAW meninggalkan rumah beliau pada akhir Bulan Safar tahun ke-14 kenabian. Bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, beliau bersembunyi selama tiga hari di Gua Tsur sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madinah.
Peristiwa hijrah ini menjadi titik balik perkembangan Islam hingga akhirnya dijadikan awal penanggalan kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
Pada Bulan Safar tahun pertama Hijriah, Rasulullah SAW memimpin ekspedisi militer pertama yang dikenal sebagai Perang atau Ghazwah Al-Abwa (Waddan).
Meski tidak terjadi pertempuran terbuka, ekspedisi ini menjadi langkah awal kaum Muslimin dalam menjaga keamanan Madinah dari ancaman Quraisy sekaligus memperkuat hubungan dengan beberapa kabilah di sekitar wilayah tersebut.
Peristiwa ini menandai dimulainya strategi pertahanan negara Islam yang baru berdiri.
Bulan Safar tahun ketujuh Hijriah juga menjadi awal perjalanan Rasulullah SAW bersama sekitar 1.400 sahabat menuju Khaibar.
Khaibar saat itu merupakan wilayah yang memiliki benteng-benteng kuat. Setelah melalui beberapa pertempuran, kaum Muslim berhasil menguasai kawasan tersebut.
Keberhasilan ini memperkuat posisi politik dan ekonomi umat Islam sekaligus mengurangi ancaman terhadap Madinah dari pihak-pihak yang memusuhi Islam.
Sejumlah literatur sejarah menyebutkan bahwa akad pernikahan Rasulullah SAW dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid berlangsung pada Bulan Safar, jauh sebelum masa kenabian.
Pernikahan tersebut menjadi salah satu peristiwa penting dalam kehidupan Rasulullah karena Sayyidah Khadijah merupakan sosok yang pertama kali beriman kepada beliau dan menjadi pendukung utama dakwah Islam pada masa-masa awal.
Kesetiaan dan pengorbanan Sayyidah Khadijah menjadi teladan bagi umat Islam sepanjang zaman.
Selain berbagai peristiwa sejarah, Bulan Safar juga menjadi momentum Rasulullah SAW menghapus keyakinan masyarakat Arab Jahiliah yang menganggap bulan ini membawa sial.
Dalam berbagai aktivitasnya, Rasulullah justru melakukan perjalanan, menikahkan putrinya, hingga memimpin ekspedisi militer pada bulan ini.
Para ulama menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pendidikan kepada umat agar tidak mempercayai takhayul atau ramalan tentang waktu tertentu.
Islam menegaskan bahwa semua hari dan bulan adalah ciptaan Allah SWT, sehingga tidak ada bulan yang membawa kesialan dengan sendirinya.
TAGS : Info Keislaman Bulan Safar Peristiwa Penting Sejarah Islam