KEISLAMAN

Fenomena Tetangga Dekat Online Jauh Secara Nyata

Yahya Sukamdani| Kamis, 09/07/2026
Pudarnya Nilai Silaturahmi Bertetangga Akibat Terlalu Sibuk di Medsos Ilustrasi foto tetangga rukun

Terasmuslim.com - Masyarakat modern hari ini semakin terhubung secara digital namun kian terasing dari lingkungan sosial nyata terdekatnya.

Banyak orang sangat aktif berinteraksi dengan orang asing di media sosial, tetapi acuh tak acuh kepada tetangga sebelah rumah.

Fenomena ini melahirkan lingkungan sosial yang dingin, di mana ruang publik fisik kehilangan kehangatan tegur sapa.

Padahal, Islam menempatkan tetangga dalam posisi yang sangat mulia serta memiliki hak-hak sosial yang wajib ditunaikan.

Baca juga :

Allah SWT secara tegas memerintahkan umat-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga dalam Al-Qur`an.

Dalam Surah An-Nisa ayat 36, Allah SWT berfirman, "...dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh..."

Ayat ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan sekitar adalah bagian tidak terpisahkan dari pilar keimanan.

Hubungan baik secara fisik dengan tetangga merupakan indikator utama dari kesalehan sosial seorang Muslim.

Rasulullah SAW bahkan menegaskan betapa kuatnya kedudukan tetangga lewat wahyu yang beliau terima secara berulang.

Dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda, "Malaikat Jibril senantiasa berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, sampai aku mengira tetangga akan mewarisi harta."

Maka, membiarkan hubungan bertetangga menjadi renggang akibat kesibukan di dunia maya adalah sebuah kemunduran akhlak.

Seorang Muslim sejati tidak akan membiarkan dirinya kenyang sementara tetangga di samping rumahnya kelaparan atau kesulitan.

Teknologi seharusnya digunakan untuk mempererat koordinasi warga, bukan justru menjadi alasan untuk menutup diri di dalam rumah.

Langkah kecil seperti saling berbagi makanan dan saling menyapa saat berpapasan harus kembali dihidupkan di tengah perumahan.

Semoga Allah SWT menjaga hati kita agar tetap peduli pada sesama dan menjauhkan kita dari penyakit individualisme digital.

TAGS : Adab bertetangga silaturahmi masyarakat dampak media sosial

Terkini