
Ilustrasi seorang ayah yang sedang mengajari anaknya mengaji (Foto: yadim)
Terasmuslim.com - Kehadiran seorang ayah dalam pengasuhan bukan sekadar pencari nafkah, melainkan pilar utama pembentuk karakter anak.
Fenomena fatherless atau hilangnya figur ayah dalam pendidikan anak kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Anak yang kehilangan sentuhan kepemimpinan ayah cenderung rapuh dalam menghadapi kerasnya tantangan zaman.
Dalam Al-Qur`an, Allah SWT justru mengabadikan dialog pengasuhan yang luar biasa antara seorang ayah dan anaknya.
Surah Luqman ayat 13 merinci bagaimana Luqman menanamkan fondasi tauhid yang kokoh kepada buah hatinya.
Allah SWT berfirman, "Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, `Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah`."
Ayat ini menegaskan bahwa tugas utama menanamkan akidah dan akhlak mulia berada di pundak seorang ayah.
Rasulullah SAW juga menjadi teladan terbaik bagaimana seorang ayah bersikap hangat namun tegas kepada anak-cucunya.
Dalam hadist riwayat Tirmidzi, beliau bersabda, "Tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain akhlak yang baik."
Keteladanan dan wibawa seorang ayah adalah modal utama anak dalam meniru perilaku terpuji sehari-hari.
Ayah yang hadir secara utuh akan melahirkan anak yang memiliki mentalitas tangguh dan percaya diri yang tinggi.
Sebaliknya, ayah yang abai hanya akan meninggalkan kekosongan jiwa yang rentan diisi oleh pengaruh buruk lingkungan.
Oleh karena itu, para ayah harus mulai meluangkan waktu berkualitas untuk berdialog dan mendekap jiwa anak-anak mereka.
Kesibukan mengejar duniawi jangan sampai melalaikan tugas sakral mencetak generasi penerus dakwah yang militan.
Semoga Allah SWT menguatkan para ayah Muslim untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi di dalam rumah tangga mereka.