
Ilustrasi keluarga bermain gadget
Terasmuslim.com - Gawai kini perlahan menggeser posisi orang tua sebagai tempat utama anak mengadu dan bercerita.
Fenomena ini melahirkan dinding pembatas yang tak kasat mata di dalam rumah tangga Muslim modern.
Anak-anak lebih asyik berselancar di dunia maya daripada duduk mendengarkan nasihat ayah dan bundanya.
Akibatnya, kehangatan komunikasi yang dahulu menghidupkan rumah kini berubah menjadi keheningan yang dingin.
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga ikatan silaturahmi, terutama di dalam internal keluarga sendiri.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah An-Nisa ayat 1 untuk bertakwa dan memelihara hubungan kekeluargaan.
Ayat tersebut menegaskan bahwa kerenggangan hubungan antaranggota keluarga adalah hal yang harus dihindari.
Rasulullah SAW juga memberikan teladan terbaik tentang bagaimana beliau selalu hadir dan mendengarkan anak-anak.
Dalam sebuah hadist riwayat Bukhari, beliau bersabda, "Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda."
Kasih sayang yang nyata tidak bisa digantikan oleh layar digital setinggi apa pun resolusinya.
Kehadiran fisik tanpa adanya kedekatan emosional dan dialog hanya akan menjauhkan jiwa anak dari orang tua.
Jika dibiarkan, anak akan mencari figur dan nilai-nilai asing di internet yang belum tentu syar`i.
Oleh karena itu, orang tua harus berani mengambil sikap tegas dengan membatasi penggunaan gawai di rumah.
Sediakan waktu khusus tanpa gawai untuk saling berbicara, bertukar cerita, dan memperkuat keimanan bersama.
Semoga Allah SWT menjaga keutuhan komunikasi keluarga kita dan menjauhkannya dari fitnah keterasingan digital.
TAGS : Komunikasi keluarga kecanduan gadget pola asuh islami