KEISLAMAN

Ketika Gadget Menjauhkan yang Dekat, Rumah Tanpa Komunikasi

Yahya Sukamdani| Rabu, 08/07/2026
Menakar dampak buruk kecanduan gawai terhadap kehangatan komunikasi keluarga Muslim. Ilustrasi bermain sosial media

Terasmuslim.com - Fenomena phubbing atau mengabaikan orang di sekitar demi gawai kini telah melanda ruang paling sakral, yaitu rumah tangga.

Banyak keluarga berada dalam satu ruangan yang sama, namun jiwa mereka saling menjauh karena sibuk menatap layar masing-masing.

Rumah yang seharusmya menjadi madrasah pertama dan tempat bernaung penuh kasih sayang berubah menjadi tempat transit yang sunyi.

Padahal, Allah SWT telah memerintahkan setiap kepala keluarga untuk menjaga diri dan keluarganya dari siksa api neraka.

Baca juga :

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)

Menjaga keluarga tentu dimulai dari membangun komunikasi yang sehat, memberikan perhatian, serta menanamkan nilai-nilai keimanan yang nyata.

Bagaimana mungkin pendidikan iman bisa berjalan baik jika orang tua lebih asyik membalas komentar ketimbang mendengar cerita sang anak?

Rasulullah SAW adalah teladan terbaik yang selalu memberikan perhatian penuh dan menghormati lawan bicaranya secara total tanpa terdistraksi.

Beliau bersabda mengenai kewajiban setiap individu dalam menunaikan hak-hak orang yang berada di bawah kepemimpinannya termasuk keluarga.

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya..." (HR. Bukhari dan Muslim)

Istri dan anak-anak memiliki hak atas waktu, pelukan, serta kehadiran utuh kita, bukan sekadar sisa waktu setelah lelah berselancar di media sosial.

Kecanduan gawai yang berlebihan secara perlahan akan mengikis rasa empati, memicu keretakan hubungan, hingga memutus tali silaturahmi internal.

Islam sangat mengutuk perilaku mengabaikan keluarga karena hal tersebut termasuk dalam kategori menyia-nyiakan amanah yang dititipkan Allah.

"Cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (HR. Abu Dawud)

Waktu yang hilang bersama anak-anak di masa pertumbuhan mereka tidak akan pernah bisa dibeli kembali dengan jumlah pengikut di dunia maya.

Oleh karena itu, membuat aturan pembatasan gawai di rumah kini menjadi sebuah jihad kecil demi menyelamatkan keharmonisan keluarga.

Mari letakkan gawai kita sejenak saat memasuki pintu rumah, lalu tatap mata pasangan dan anak-anak kita dengan penuh cinta dan ketulusan.

TAGS : hadist menjaga keluarga komunikasi keluarga kecanduan smartphone

Terkini