
Ilustrasi foto media sosial
Terasmuslim.com - Arus konten negatif di dunia siber kini semakin gencar membombardir pemikiran dan merusak moral generasi muda kita.
Mulai dari pornografi, perjudian terselubung, hingga paparan kekerasan, semuanya tersaji secara bebas tanpa filter di genggaman anak-anak.
Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja karena masa depan umat sangat bergantung pada kualitas generasi penerusnya hari ini.
Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur`an Surat An-Nisa ayat 9 mengenai kekhawatiran meninggalkan generasi yang lemah di belakang kita.
"Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatirkan terhadapnya..." (QS. An-Nisa: 9)
Lemahnya generasi tidak hanya berbicara tentang aspek fisik atau ekonomi, melainkan juga rapuhnya fondasi moral dan akidah mereka.
Keluarga, terutama orang tua, memegang peranan paling vital sebagai madrasah pertama yang wajib menyaring segala asupan digital anak.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, dan orang tuanyalah yang mengarahkan masa depan mereka.
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR. Bukhari)
Selain benteng keluarga, institusi sekolah juga bertanggung jawab menyisipkan literasi digital berbasis adab dalam setiap kurikulumnya.
Masyarakat pun tidak boleh apatis, melainkan harus aktif melakukan amar makruf nahi munkar terhadap lingkungan sekitar yang mulai terkontaminasi.
Islam mengajarkan bahwa pencegahan kemungkaran harus dilakukan secara kolektif sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang kita miliki.
"Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya..." (HR. Muslim)
Kolaborasi tiga pilar keluarga, sekolah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam memutus rantai penyebaran konten merusak tersebut.
Tanpa adanya kepedulian bersama, kita sedang bersiap menyaksikan kehancuran mental generasi akibat kelalaian kolektif orang dewasa.
Mari kita perketat pengawasan, kuatkan benteng iman anak-anak kita, dan bersihkan ruang digital dari segala bentuk racun moral.
TAGS : konten negatif peran orang tua mendidik anak